Pemerintah Italia resmi memberikan lampu hijau untuk proyek pembangunan jembatan gantung terpanjang di dunia, Strait of Messina Bridge.
Jembatan ikonik tersebut direncanakan menghubungkan Kota Messina di Pulau Sisilia dengan kawasan Calabria di daratan utama Italia.
Melansir Mirror, megaproyek infrastruktur tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hingga 11,5 miliar pound sterling atau sekitar Rp251 triliun.
Proyek Strait of Messina Bridge ditargetkan selesai dalam rentang 2032-2033.
Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, jembatan tersebut akan menjadi penghubung darat strategis antara Pulau Sisilia dan daratan utama Italia sekaligus mencatatkan rekor sebagai jembatan gantung dengan bentang terpanjang di dunia.
Strait of Messina Bridge dirancang memiliki panjang bentang mencapai 3.666 meter atau sekitar 3,7 kilometer.
Jembatan tersebut akan dilengkapi enam lajur kendaraan bermotor dan dua jalur kereta api.
Secara teknis, struktur jembatan diproyeksikan mampu menampung lalu lintas hingga 6.000 kendaraan per jam.
Selain kendaraan bermotor, kapasitas jalur kereta apinya diproyeksikan mencapai sekitar 200 kereta per hari.
Kapasitas tersebut membuat Strait of Messina Bridge tidak hanya berfungsi sebagai jembatan kendaraan, tetapi juga menjadi infrastruktur penting untuk meningkatkan konektivitas transportasi antara Sisilia dan daratan utama Italia.
Kehadiran jembatan tersebut diproyeksikan dapat memangkas durasi perjalanan antara Sisilia dan daratan utama Italia secara signifikan.
Pembangunan jembatan sekaligus akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan kapal feri yang selama ini menjadi salah satu moda utama untuk menyeberangi Selat Messina.
Selama ini, akses penyeberangan Selat Messina salah satunya menggunakan layanan feri Caronte & Tourist.
Berdasarkan tarif per Agustus 2026, biaya sekali penyeberangan feri untuk mobil dengan maksimal lima penumpang mencapai sekitar 43 euro atau Rp817 ribu.
Sementara itu, sepeda motor dikenakan biaya sekitar 18,20 euro atau Rp346 ribu dan pejalan kaki sekitar 2,50 euro atau Rp47,5 ribu.
Ketika Strait of Messina Bridge mulai beroperasi, pengendara kendaraan bermotor diperkirakan hanya perlu membayar tarif sekitar 4 hingga 7 euro untuk sekali melintas.
Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp76 ribu hingga Rp133 ribu.
Pendapatan yang diperoleh dari tarif jembatan nantinya akan digunakan untuk membantu menutup biaya konstruksi, operasional, dan pemeliharaan selama masa konsesi.
Dengan adanya akses darat langsung tersebut, perjalanan antara Sisilia dan Calabria diharapkan menjadi lebih praktis dibandingkan mengandalkan penyeberangan feri.
Di balik skala investasi dan panjang bentangnya, pembangunan Strait of Messina Bridge menghadapi tantangan teknis yang tidak ringan.
Selat Messina berada di kawasan pertemuan Lempeng Afrika dan Eurasia yang memiliki aktivitas seismik tinggi.
Kondisi geografis tersebut membuat aspek ketahanan terhadap gempa menjadi salah satu faktor penting dalam perencanaan dan pembangunan jembatan.
Kawasan ini juga memiliki catatan sejarah bencana geologi besar.
Pada 1908, kawasan Selat Messina dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5.
Gempa tersebut kemudian disusul tsunami dengan ketinggian mencapai 12 meter.
Bencana itu dilaporkan menewaskan hampir 200 ribu orang dan menjadi salah satu peristiwa bencana paling kelam yang pernah terjadi di kawasan tersebut.
Risiko gempa bumi menjadi tantangan besar dalam pembangunan struktur jembatan dengan bentang mencapai hampir empat kilometer.
Setelah proses pemeriksaan selesai, Runway 03-21 kembali dibuka tepat pukul 10.30 Wita.
Untuk mengantisipasi risiko geologi tersebut, rancangan teknis Strait of Messina Bridge dibuat secara khusus agar mampu menghadapi aktivitas seismik di kawasan Selat Messina.
Jembatan tersebut dirancang mampu bertahan terhadap guncangan gempa bumi hingga magnitudo 7,1.
Ketahanan terhadap gempa menjadi salah satu aspek penting karena jembatan akan menjadi jalur utama bagi ribuan kendaraan dan ratusan perjalanan kereta setiap harinya.
Selain ketahanan struktur, pembangunan juga harus mempertimbangkan kondisi angin, lingkungan laut, serta karakter geografis Selat Messina.
Jika berhasil diselesaikan sesuai target pada 2032-2033, Strait of Messina Bridge akan menjadi salah satu proyek infrastruktur paling ambisius di Eropa.
Dengan bentang utama mencapai 3.666 meter, enam lajur kendaraan, dua jalur kereta api, serta investasi sekitar Rp251 triliun, jembatan tersebut diproyeksikan menjadi jembatan gantung terpanjang di dunia sekaligus penghubung utama antara Sisilia dan daratan Italia.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.