Sebuah pesawat Boeing 767-300 dilaporkan mengalami kecelakaan pada Minggu waktu Amerika Serikat (AS).
Pesawat kargo yang dioperasikan untuk Amazon tersebut keluar dari landasan pacu saat melakukan pendaratan di Bandara Internasional Miami, sekitar 400 meter dari titik seharusnya.
Pesawat kemudian menabrak sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Kecelakaan tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia, sementara sedikitnya lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Berikut kronologi kecelakaan tersebut sebagaimana dirangkum dari CNBC International, Selasa (8/9/2026).
Kejadian bermula sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Pesawat yang dioperasikan untuk Amazon oleh 21 Air LLC tersebut datang dari San Juan, Puerto Riko.
Penerbangan menuju Miami tersebut merupakan penerbangan ketiga yang dilakukan pesawat pada hari itu.
Pesawat kemudian melakukan prosedur pendaratan di Bandara Internasional Miami.
Namun, situasi berubah ketika pesawat tiba-tiba keluar dari jalur saat mendarat.
Saat melakukan pendaratan, pesawat Boeing 767-300 tersebut tiba-tiba keluar dari jalur landasan.
Pesawat kemudian menabrak sebuah van putih milik Professional Ocean Service Corp, perusahaan jasa kebersihan yang dikontrak oleh maskapai penerbangan.
Saat kecelakaan terjadi, van tersebut diketahui membawa tujuh orang.
Namun, pesawat tidak langsung berhenti setelah menghantam kendaraan tersebut.
Setelah menabrak van, Boeing 767-300 terus melaju hingga menerobos pagar pembatas bandara.
Pesawat kemudian menghantam kendaraan penumpang Toyota Corolla Cross yang berada di luar kawasan bandara.
Laju pesawat masih terus berlanjut.
Pesawat kembali menembus pagar lain yang memisahkan area tempat armada taksi robot atau robotaxi Tesla diparkir sebelum akhirnya berhenti.
Kecelakaan tersebut meninggalkan kerusakan parah di sekitar lokasi.
Ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) Jennifer Homendy mengatakan seluruh korban meninggal berasal dari dua kendaraan yang dihantam pesawat.
“Seluruh korban tewas berasal dari kedua kendaraan tersebut,” kata Homendy dalam konferensi pers pada Senin.
Secara keseluruhan, kecelakaan tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia dan sedikitnya lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Homendy menggambarkan kondisi di lokasi kecelakaan sebagai kehancuran besar.
“Kehancuran total… ada puing-puing di mana-mana,” ujarnya.
Penyelidikan untuk mengetahui penyebab pesawat keluar dari landasan kini sedang berlangsung.
Pihak berwenang telah menemukan perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit dari Boeing 767-300 tersebut.
Kedua perangkat akan dievaluasi untuk membantu penyelidik merekonstruksi rangkaian kejadian sebelum, selama, dan setelah pesawat melakukan pendaratan.
Penyelidik berharap dapat merilis informasi tambahan mengenai kecelakaan tersebut pada Selasa waktu setempat.
Homendy menjelaskan penerbangan tersebut merupakan operasi pengangkutan kargo Amazon yang dikontrakkan kepada 21 Air LLC.
NTSB juga akan mendalami hubungan operasional antara Amazon dan perusahaan yang mengoperasikan pesawat tersebut.
“Ini adalah operasi Amazon untuk mengangkut kargo, tapi sebenarnya dikontrak oleh 21 Air… Kami ingin melihat hubungan seperti apa yang ada, siapa yang melakukan apa, ketentuan keselamatan apa yang ada dalam kontrak atau kebijakan apa pun,” jelas Homendy.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui berbagai faktor yang berkaitan dengan kecelakaan.
Insiden tersebut turut menyebabkan gangguan besar terhadap perjalanan udara dari dan menuju Bandara Internasional Miami.
Kecelakaan terjadi di tengah periode perjalanan libur akhir pekan Labor Day yang sibuk di Amerika Serikat.
Gangguan operasional membuat banyak jadwal penerbangan mengalami perubahan.
Berdasarkan data FlightAware, lebih dari 160 penerbangan dibatalkan hingga Minggu malam.
Selain itu, hampir 325 penerbangan mengalami penundaan.
Pihak bandara mengatakan pembatalan penerbangan masih berlanjut karena sejumlah pesawat dan awak penerbangan belum tiba.
“Pembatalan terus berlanjut karena pesawat dan awak penerbangan belum tiba,” demikian keterangan situs bandara.
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan juga diminta untuk memeriksa perkembangan terbaru sebelum berangkat menuju bandara.
“Penumpang dengan jadwal penerbangan hari ini harus menanyakan langsung kepada maskapai penerbangan mereka untuk mengetahui informasi terbaru penerbangan sebelum menuju ke bandara,” tambah pihak bandara.
Sementara itu, NTSB masih melanjutkan penyelidikan dengan menganalisis perekam penerbangan, suara kokpit, kondisi pesawat, serta berbagai faktor lain yang berpotensi menyebabkan Boeing 767-300 keluar dari landasan.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.