Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9) malam menyebabkan abu vulkanik menyebar hingga Jabodetabek dan menempel pada bodi kendaraan warga.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan pemilik mobil agar tidak sembarangan membersihkan abu vulkanik karena berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada komponen kendaraan.
Abu vulkanik yang terlihat seperti debu biasa ternyata memiliki karakteristik berbeda. Kandungan mineral di dalamnya dapat bersifat abrasif dan berpotensi merusak lapisan cat apabila dibersihkan dengan cara yang salah.
“Membiarkan abu vulkanik menumpuk di mobil sangat merugikan dan berisiko merusak kendaraan secara permanen, karena abu vulkanik mengandung silika yang teksturnya tajam dan sulfur yang sangat destruktif jika dibiarkan terlalu lama,” kata Yannes kepada Antara, Minggu (6/9).
Salah satu kandungan yang perlu diwaspadai adalah silika atau silikon dioksida.
Silika merupakan mineral berbentuk kristal keras yang menjadi salah satu komponen utama dalam abu vulkanik.
Tingkat kekerasannya jauh melampaui lapisan clear coat dan cat bodi mobil. Akibatnya, partikel silika yang bergesekan dengan permukaan kendaraan dapat meninggalkan goresan halus hingga berat.
Risiko tersebut membuat pemilik kendaraan tidak disarankan langsung mengelap abu menggunakan kain ketika permukaan mobil masih kering.
“Partikelnya dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta abrasif. Kalau langsung dilap atau digosok dalam keadaan kering, bisa menimbulkan goresan halus pada clear coat maupun kaca,” ujar Yannes.
Selain silika, abu vulkanik juga dapat mengandung sulfur yang perlu diwaspadai.
Sulfur memiliki sifat destruktif ketika bercampur dengan air.
Senyawa belerang yang terkandung dalam abu vulkanik dapat membentuk larutan asam yang bersifat korosif terhadap cat, karet, serta komponen logam kendaraan apabila dibiarkan menempel terlalu lama.
Risiko kerusakan semakin besar ketika abu bercampur dengan air, embun, atau gerimis, kemudian dibiarkan mengering kembali di permukaan kendaraan.
Endapan tersebut dapat menciptakan kondisi yang lebih korosif terhadap cat dan sejumlah bagian mobil lainnya.
Karena itu, abu vulkanik sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama.
Pemilik mobil yang kendaraannya sudah terkena abu vulkanik disarankan tidak langsung mengambil kain lap dan membersihkan permukaannya.
Menggosok permukaan dalam kondisi kering justru membuat partikel-partikel keras pada abu bergesekan dengan cat dan kaca.
Efeknya dapat menyerupai material abrasif yang menggores permukaan kendaraan.
Cara membersihkan abu vulkanik dengan aman adalah mengangkat sebanyak mungkin partikel terlebih dahulu tanpa memberikan gesekan berlebihan pada bodi mobil.
Menurut Yannes, langkah pertama untuk kendaraan yang sudah terpapar adalah membilas mobil menggunakan air mengalir dalam volume besar.
Pembilasan dilakukan mulai dari bagian atas menuju bagian bawah kendaraan.
Tujuannya agar sebanyak mungkin partikel abu vulkanik dapat terangkat dan terbawa aliran air tanpa perlu digosok.
Setelah sebagian besar endapan abu hilang, barulah proses pencucian dapat dilanjutkan.
Kendaraan bisa dicuci menggunakan sampo khusus mobil, kemudian dibilas hingga bersih.
Setelah proses pencucian selesai, permukaan kendaraan dapat dikeringkan menggunakan kain microfiber yang bersih.
Bagian kaca dan wiper juga membutuhkan perhatian khusus ketika mobil terkena abu vulkanik.
Sebelum melakukan pembilasan, wiper sebaiknya diangkat.
Wiper juga tidak disarankan langsung digunakan ketika kaca masih dalam kondisi kering dan dipenuhi abu.
Gesekan antara karet wiper, abu vulkanik, dan permukaan kaca berpotensi menimbulkan goresan.
Setelah abu terangkat melalui proses pembilasan, karet wiper perlu dibersihkan dalam kondisi basah sebelum digunakan kembali.
Jangan Basahi Sedikit Lalu Dibiarkan Mengering
Kesalahan lain yang perlu dihindari adalah membasahi permukaan yang tertutup abu hanya menggunakan sedikit air, kemudian membiarkannya mengering kembali.
Abu yang bercampur air kemudian mengering dapat meningkatkan risiko terbentuknya endapan yang sulit dibersihkan dan lebih korosif.
“Yang perlu dihindari adalah membasahi abu sedikit lalu membiarkannya mengering kembali di permukaan kendaraan. Air dalam jumlah cukup untuk membilas seluruh partikel justru menjadi cara paling aman,” ucap Yannes.
Bagi kendaraan yang belum terpapar abu vulkanik, Yannes menyarankan pemilik mobil untuk memarkir kendaraan di tempat tertutup.
Car cover juga dapat digunakan untuk memberikan perlindungan tambahan.
Namun, penutup kendaraan sebaiknya hanya dipasang apabila permukaan mobil sudah bersih.
Memasang atau menggeser car cover pada bodi yang telah tertutup abu justru dapat memperbesar risiko kerusakan.
Gesekan antara kain penutup dan partikel vulkanik dapat menggores lapisan cat.
Secara ringkas, pemilik kendaraan dapat melakukan beberapa langkah berikut ketika mobil terkena abu vulkanik:
Penanganan yang tepat penting karena abu vulkanik tidak sama dengan debu jalanan biasa.
Kandungan silika yang keras dan abrasif serta sulfur yang dapat bersifat korosif membuat abu vulkanik berpotensi merusak cat, kaca, karet, hingga komponen logam kendaraan apabila dibiarkan terlalu lama atau dibersihkan dengan cara yang salah.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.