Sebuah roket andalan China, Long March-7A, meledak ketika menjalankan misi peluncuran satelit komunikasi. Insiden tersebut menjadi kegagalan kedua yang menimpa keluarga roket Long March sepanjang tahun ini.
Roket Long March-7A terlihat meledak sekitar satu setengah menit setelah lepas landas dari Wenchang Spacecraft Launch Site di Provinsi Hainan, China selatan, pada Senin (10/9).
Roket tersebut membawa satelit komunikasi Zhongxing-4B. Tidak ada manusia di dalam roket saat insiden terjadi.
Kantor berita resmi China, Xinhua, mengonfirmasi kegagalan peluncuran tersebut. Penyebab insiden hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Kegagalan peluncuran Long March-7A turut memberikan tekanan terhadap sejumlah saham perusahaan China yang berkaitan dengan industri antariksa.
Saham China Spacesat Co, Hunan Aerospace Huanyu Communication Technology Co, dan China Satellite Communications Co masing-masing sempat mengalami penurunan sedikitnya 6,6 persen pada Selasa sebelum memangkas sebagian kerugiannya.
Reaksi tersebut muncul setelah salah satu roket yang selama ini menjadi bagian penting dari program antariksa China gagal menjalankan misinya.
Di tengah kegagalan Long March-7A, peluncuran roket komersial Zhuque-3 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa juga dilaporkan ditunda.
Media domestik Yicai, dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, melaporkan mengenai penundaan itu tanpa mengungkap identitas sumbernya.
Belum dijelaskan secara terperinci apakah penundaan Zhuque-3 memiliki kaitan langsung dengan kegagalan Long March-7A.
Insiden terbaru menjadi kemunduran yang relatif jarang terjadi bagi program antariksa China, yang terus berkembang dan bersaing dengan Amerika Serikat serta Rusia dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di sektor antariksa.
Long March-7A sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup baik.
Roket tersebut telah menjalankan lebih dari belasan misi sukses sejak penerbangan perdananya pada 2020 mengalami masalah.
Karena itu, kegagalan terbaru menjadi perhatian terhadap salah satu keluarga roket yang selama ini memainkan peran penting dalam berbagai misi antariksa China.
Long March-7A bukan satu-satunya varian keluarga Long March yang mengalami kegagalan sepanjang tahun ini.
Varian Long March-3B juga mengalami kegagalan peluncuran pada Januari.
Kedua roket tersebut sebelumnya dianggap sebagai bagian yang relatif andal dalam program antariksa China.
Dua kegagalan dalam satu tahun kini menjadi perhatian, terutama karena China sedang mempersiapkan sejumlah misi antariksa penting.
Salah satu agenda terdekat adalah peluncuran misi Chang’e-7 menggunakan roket Long March 5.
Peluncuran dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.
Chang’e-7 merupakan misi yang bertujuan mengirim wahana antariksa robotik menuju kutub selatan Bulan.
Misi tersebut menjadi bagian dari program eksplorasi Bulan China yang terus dikembangkan.
Namun, kegagalan Long March-7A membuat peluncuran Chang’e-7 ikut menjadi sorotan.
Pasalnya, Long March 5 menggunakan sejumlah perangkat keras yang sama dengan Long March-7A.
Meski demikian, hingga kini belum diketahui apakah kegagalan Long March-7A akan berdampak terhadap jadwal Chang’e-7 atau menyebabkan misi menuju kutub selatan Bulan tersebut ditunda.
Penyelidikan terhadap penyebab kegagalan Long March-7A akan menjadi penting untuk menentukan apakah terdapat persoalan yang berpotensi memengaruhi misi antariksa China berikutnya.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.