Skip to main content

Anugerah Viktorindo Abadi

Ledakan Dahsyat Guncang Kompleks Militer Bolivia, 7 Tewas dan 7 Orang Masih Hilang

Ledakan dahsyat mengguncang kompleks militer di Viacha, Bolivia, menewaskan tujuh orang dan menyebabkan sejumlah korban lainnya hilang.

Ledakan dahsyat mengguncang sebuah kompleks militer di Viacha, Bolivia, sekitar 30 kilometer dari La Paz, pada Jumat (4/9/2026).

Otoritas setempat mengonfirmasi tujuh orang tewas, sementara sejumlah korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Komandan Angkatan Darat Bolivia Hector Alarcón mengatakan operasi pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan orang-orang yang belum diketahui keberadaannya.

“Prioritas kami tetap menemukan rekan-rekan kami yang masih hilang dan memberikan jawaban kepada keluarga mereka sesegera mungkin,” ujar Alarcón dalam konferensi pers, Senin (7/9/2026), seperti dikutip Reuters.

Menurut Alarcón, sebanyak tujuh orang masih dalam pencarian

Ledakan Terjadi di Area Penyimpanan Bahan Piroteknik

Ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat atau 18.30 GMT.

Lokasi kejadian merupakan area yang digunakan untuk menyimpan bahan piroteknik.

Ledakan menimbulkan kerusakan dan mengakibatkan sejumlah korban jiwa, korban luka, serta orang hilang.

Pihak berwenang langsung melakukan penanganan di lokasi sekaligus memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.

Hingga perkembangan terakhir, penyebab insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

84 Orang Mendapat Perawatan

Selain korban meninggal dunia dan hilang, ledakan tersebut menyebabkan puluhan orang membutuhkan penanganan medis.

Menteri Kesehatan Bolivia Marcela Flores mengatakan sebanyak 84 pasien telah mendapatkan perawatan sejak ledakan terjadi.

Dari jumlah tersebut, 31 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Dampak ledakan tidak hanya menjadi perhatian bagi personel yang berada di kompleks militer, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar fasilitas tersebut.

Presiden Bolivia Sebut Ledakan Diduga Kecelakaan

Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengatakan insiden tersebut diduga merupakan sebuah kecelakaan yang berkaitan dengan penanganan bahan peledak yang disimpan di fasilitas militer.

Pemerintah bersama Angkatan Bersenjata Bolivia kini melakukan evaluasi terhadap prosedur keselamatan yang berlaku.

“Angkatan Bersenjata kami sedang meninjau protokol dan segala hal yang diperlukan untuk menjamin keselamatan yang lebih baik,” kata Paz.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah kejadian serupa.

Protokol Keselamatan Pangkalan Militer Dievaluasi

Paz menegaskan evaluasi keselamatan tidak hanya ditujukan kepada personel militer.

Pemerintah juga mempertimbangkan keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar pangkalan.

“Tidak hanya bagi personel tantama dan perwira, tetapi juga bagi warga yang tinggal di sekitar pangkalan militer,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan mengingat insiden di fasilitas penyimpanan bahan peledak dapat memberikan dampak terhadap wilayah di sekitarnya.

Pemerintah dan pihak militer kini meninjau protokol serta berbagai aspek keselamatan yang diterapkan di kompleks tersebut.

Pencarian 7 Orang Hilang Terus Dilakukan

Di tengah proses penyelidikan, operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus berlangsung.

Angkatan Darat Bolivia mengatakan prioritas mereka adalah menemukan tujuh orang yang hingga kini masih dalam pencarian.

Pencarian dilakukan di sekitar kompleks militer Viacha yang terdampak ledakan.

Pihak berwenang juga berupaya memberikan kepastian kepada keluarga para korban secepat mungkin.

Sementara itu, penyelidikan mengenai penyebab ledakan terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti rangkaian peristiwa yang menyebabkan tragedi tersebut.

Bolivia Tetapkan Masa Berkabung Nasional

Pemerintah Bolivia kemudian menetapkan masa berkabung nasional menyusul insiden yang menewaskan tujuh orang tersebut.

Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tidak mempolitisasi tragedi tersebut.

Fokus pemerintah saat ini diarahkan pada penanganan korban, pencarian orang yang masih hilang, penyelidikan penyebab ledakan, serta evaluasi protokol keselamatan fasilitas militer.

Operasi pencarian terhadap tujuh orang yang belum ditemukan masih terus berlangsung di kompleks militer Viacha.

Sementara itu, puluhan korban lainnya telah mendapatkan perawatan medis dan 31 orang masih dirawat di rumah sakit.

SUMBER

CNBC Indonesia

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.