Skip to main content

Anugerah Viktorindo Abadi

Kebakaran KMP Batumandi di Selat Sunda: 460 Penumpang Dievakuasi Selamat, Ini Kronologi Lengkapnya

Proses evakuasi ratusan penumpang dan pemadaman KMP Batumandi yang mengalami kebakaran di perairan Selat Sunda, Pelabuhan Merak.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi dilaporkan mengalami insiden kebakaran di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar area Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10) sore.

Merespons kondisi darurat tersebut, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses evakuasi segera dilakukan dengan memprioritaskan keselamatan ratusan penumpang beserta seluruh kru kapal yang berada di dalamnya.

Berikut adalah deretan fakta penting di balik peristiwa terbakarnya KMP Batumandi.

460 Penumpang Dievakuasi Selamat, 11 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

PT ASDP Indonesia Ferry memastikan bahwa seluruh penumpang beserta anak buah kapal (ABK) KMP Batumandi telah berhasil dievakuasi dengan selamat.

Berdasarkan data resmi dari Kantor SAR Banten, total keseluruhan korban yang dievakuasi mencapai 460 orang. Angka ini mencakup 420 penumpang dan 40 kru kapal.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, sebanyak 11 orang dilaporkan harus dilarikan ke RS Krakatau Medika, Cilegon, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Fokus utama kami adalah proses evakuasi penumpang dan penanganan darurat di lapangan. Pukul 17.00 WIB tadi, seluruh penumpang dan kru dipastikan sudah berhasil dievakuasi,” ungkap Corporate Secretary PT ASDP, Windy Andale.

Dugaan Awal Titik Api dari Buritan Kapal

Terkait kronologi munculnya api, Windy menyebutkan bahwa kebakaran diduga berawal dari area buritan kapal sekitar pukul 16.15 WIB. Tepatnya, percikan api terdeteksi di dek atas yang difungsikan sebagai area muat kendaraan kecil.

Hingga saat ini, pihak ASDP terus melakukan investigasi mendalam dengan menggandeng pihak kepolisian dan Basarnas.

“Dugaan sementara memang ada percikan dari area buritan. Namun, penyebab pastinya masih terus kami dalami melalui koordinasi ketat bersama aparat berwenang,” pungkas Windy.

Kronologi Laporan VTS Merak & 18 Kapal Penyelamat Dikerahkan

Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, menjelaskan kronologi awal insiden ini berdasarkan laporan dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak. Insiden kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 16.15 WIB, saat KMP Batumandi tengah berada di alur masuk pelayaran menuju Pelabuhan Merak.

Sebelumnya, feri tersebut diketahui bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada pukul 14.52 WIB. Dalam laporan awal yang diterima petugas VTS Merak, titik api diinformasikan berasal dari area kamar mesin kapal.

Merespons kondisi darurat, petugas VTS langsung mengoordinasikan pengerahan bantuan evakuasi dan pemadaman yang melibatkan unsur pelabuhan, kapal tunda, hingga instansi terkait.

“Pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan ke VTS Merak bahwa seluruh penumpang beserta awak KMP Batumandi telah berhasil dievakuasi ke kapal tersebut dengan selamat,” ujar Yogie.

Dalam operasi penyelamatan ini, Kantor SAR Banten mencatat ada sebanyak 18 armada laut yang dikerahkan ke lokasi. Armada tersebut meliputi KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, KAL Deli, hingga bantuan dari kapal tunda, nelayan, dan masyarakat setempat.

Proses pemadaman dan evakuasi akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 21.25 WIB, berdasarkan laporan dari kapal tunda (TB) Karya Pacific 2291. Meski demikian, empat kapal tunda masih disiagakan di lokasi untuk penanganan lanjutan. Tim SAR gabungan juga tetap bersiaga di posko untuk memantau perkembangan situasi hingga laporan penutup diterbitkan.

SUMBER

CNN Indonesia

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.