Skip to main content

Anugerah Viktorindo Abadi

Karyawan di Jepang Tewas Usai Diminta Bos Simpan Uang di Mal Aeon Kumamoto Setelah Gempa

Mal Aeon Kumamoto di Jepang yang menjadi lokasi ledakan usai gempa.

Sebuah perusahaan di Jepang menyampaikan permintaan maaf setelah mengungkap bahwa dua karyawannya meninggal dunia dalam ledakan Mal Aeon Kumamoto yang terjadi setelah gempa mengguncang wilayah Kumamoto pada 28 Juli 2026.

Salah satu korban diketahui sempat diperintahkan kembali ke dalam pusat perbelanjaan untuk menyimpan uang hasil penjualan ke dalam brankas sebelum ledakan terjadi.

Karyawan Diminta Kembali ke Dalam Mall

Dikutip dari Mainichi, perusahaan Habita, pengelola toko aneka barang di lantai dua Mal Aeon Kumamoto, mengungkap bahwa salah satu karyawannya diminta kembali ke toko untuk menyimpan hasil penjualan ke dalam brankas setelah gempa.

Presiden perusahaan bersama seorang eksekutif Habita menjelaskan korban kemudian memasuki area mal untuk menjalankan tugas tersebut. Tidak lama setelah berada di dalam gedung, ledakan terjadi hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Pengakuan perusahaan tersebut memicu perhatian publik karena korban diketahui kembali memasuki bangunan setelah gempa atas permintaan perusahaan.

Korban Bernama Kurumi Otake

Salah satu korban yang meninggal diketahui bernama Kurumi Otake (22), warga Kumamoto. Menurut pihak keluarga dan Habita, Otake merupakan karyawan yang diperintahkan kembali ke toko setelah gempa terjadi.

Para eksekutif Habita menghadiri upacara penghormatan terakhir Otake pada 3 Agustus. Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga korban sekaligus menyerahkan dokumen yang berisi kronologi kejadian.

Ibu Kurumi Otake mengaku sangat terpukul atas kepergian putrinya dan menyatakan bahwa anaknya tidak akan pernah kembali.

Presiden Habita, Keima Ueno, yang turut hadir dalam acara tersebut, juga menyampaikan penyesalan mendalam serta permohonan maaf kepada seluruh keluarga korban.

Ledakan Terjadi Setelah Gempa Kumamoto

Sebelumnya, wilayah Kumamoto, Jepang, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,1 pada 28 Juli 2026.

Gempa tersebut menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia, termasuk dua karyawan Habita yang menjadi korban dalam ledakan Mal Aeon Kumamoto.

Peristiwa ini masih menjadi perhatian di Jepang dan memunculkan sorotan terhadap prosedur keselamatan kerja setelah bencana, terutama terkait keputusan meminta karyawan kembali memasuki bangunan yang telah terdampak gempa.

SUMBER

Kumparan.com

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.