Anugerah Viktorindo Abadi

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun Jambi, 1.552 Rumah Terdampak

banjir sarolangun jambi 26 desa terendam

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Jambi, dan berdampak luas terhadap masyarakat. Sebanyak 26 desa terendam, menyebabkan sedikitnya 1.552 rumah warga terdampak, bahkan sebagian warga terpaksa mengungsi.

Banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Asai beserta anak sungainya, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD Jambi, Solaheddin Nopri, menyebutkan bahwa banjir telah merendam sedikitnya lima kecamatan dan 26 desa di Kabupaten Sarolangun.

“Banjir ini telah berdampak pada 1.552 rumah warga,” ujarnya, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan, ketinggian air bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga lumpuh total di beberapa wilayah terdampak.

Selain itu, banjir juga dipicu oleh meluapnya sejumlah aliran sungai, terutama Sungai Batang Asai dan anak-anak sungainya, yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan deras yang terus mengguyur.

Akibatnya, ratusan warga dari lima desa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari dampak banjir yang semakin meluas.

300 Warga Sempat Mengungsi

Sebanyak 300 warga sempat mengungsi akibat banjir tersebut. Namun, sebagian besar warga kini telah kembali ke rumah masing-masing seiring kondisi air yang mulai surut.

“Situasi sudah mulai normal karena air berangsur turun dan tidak lagi bertahan lama,” ujar Solaheddin.

Ia menjelaskan, banjir mulai terjadi sejak Sabtu (26/4), dan saat ini genangan air di sejumlah wilayah sudah mulai berkurang.

Seiring surutnya banjir, warga mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk membersihkan rumah dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus.

Wilayah Paling Parah Terdampak

Solaheddin menyebutkan bahwa wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Bathin VIII, di mana ketinggian air sempat mencapai 3 hingga 4 meter.

Meski demikian, kondisi di wilayah tersebut kini sudah mulai membaik dan aktivitas warga perlahan kembali normal.

Namun, banjir di Kabupaten Sarolangun masih meninggalkan dampak cukup serius. Setidaknya lima jembatan utama yang menjadi akses penghubung antarwilayah mengalami kerusakan.

Selain itu, arus air yang cukup deras di beberapa titik juga membawa material lumpur, kayu, hingga peralatan tambang tradisional seperti dompeng, yang semakin memperparah kondisi di lapangan.

Dipicu Hujan Deras dan Aktivitas Tambang

Wilayah Kabupaten Sarolangun diketahui sebagai kawasan dengan aktivitas tambang emas ilegal yang cukup tinggi. Aktivitas tersebut turut menyebabkan kondisi air sungai menjadi keruh akibat dampak penambangan yang masif di sejumlah titik.

Meski demikian, banjir yang terjadi kali ini dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Solaheddin menyebutkan bahwa selain faktor aktivitas tambang, banjir juga dipicu oleh tingginya intensitas hujan, sehingga sungai seperti Sungai Tembesi dan Sungai Batang Asai tidak mampu menampung debit air.

Kondisi Mulai Normal

Saat ini, kondisi di wilayah terdampak mulai berangsur pulih. Genangan air telah surut, dan warga kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa banjir.

“Sekarang kondisi sudah kembali normal, air sudah surut dan warga mulai membersihkan rumah mereka,” ujar Solaheddin.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.

 

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.