Anugerah Viktorindo Abadi

Dosen Universiti Malaya Donorkan Organ Setelah Wafat, Selamatkan Lima Nyawa di Malaysia

tenaga kesehatan memberikan penghormatan terakhir kepada donor organ di Rumah Sakit Sungai Buloh Malaysia

Sebuah momen haru terjadi di Rumah Sakit Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, ketika para tenaga kesehatan dan staf rumah sakit berbaris di koridor untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Hajjah Normah, dosen Universiti Malaya (UM) yang mendonorkan organ tubuhnya setelah meninggal dunia.

Penghormatan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keputusan mulia almarhumah yang memilih menjadi donor organ demi membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

Dalam unggahan resmi rumah sakit, disebutkan bahwa organ dan jaringan tubuh almarhumah didonorkan pada 21 Juni 2026 setelah dirinya dinyatakan meninggal dunia. Donasi tersebut membantu menyelamatkan dan meningkatkan kualitas hidup sedikitnya lima pasien yang membutuhkan transplantasi.

Keinginan Terakhir yang Menyelamatkan Nyawa

Menurut pihak rumah sakit, keputusan menjadi donor organ merupakan keinginan almarhumah semasa hidup yang kemudian dihormati dan didukung oleh anak-anaknya.

Melalui proses donor tersebut, organ dan jaringan tubuh Hajjah Normah dapat dimanfaatkan untuk membantu pasien yang membutuhkan transplantasi.

Rumah sakit menyebut tindakan itu sebagai bentuk pemberian kehidupan yang sangat berharga bagi para penerima donor.

“Melalui pemberian kehidupan yang berharga ini, organ dan jaringan yang didonasikan diharapkan dapat menyelamatkan dan mengubah kehidupan sedikitnya lima pasien,” tulis pihak rumah sakit dalam unggahan resminya.

Rumah Sakit Beri Penghormatan dan Apresiasi

Selain memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah, pihak Rumah Sakit Sungai Buloh juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga yang telah menghormati keinginan tersebut.

Menurut rumah sakit, keputusan keluarga untuk mendukung donor organ menjadi hadiah yang tak ternilai karena dampaknya akan dirasakan oleh banyak orang dalam jangka panjang.

Tindakan tersebut mendapat apresiasi dari tenaga kesehatan yang terlibat dalam proses donor maupun masyarakat yang mengetahui kisah tersebut.

Warisan Pengabdian Hingga Akhir Hayat

Pihak rumah sakit menilai donor organ yang dilakukan Hajjah Normah merupakan bagian dari warisan pengabdian yang ia tinggalkan.

Sebagai seorang dosen, almarhumah telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik generasi muda. Bahkan setelah wafat, ia masih memberikan manfaat bagi sesama melalui donor organ yang membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

Rumah sakit menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kepedulian yang melampaui batas kehidupan seseorang dan akan terus dikenang.

Kolaborasi Dunia Kesehatan dan Pendidikan

Kasus donor organ ini juga menjadi contoh kolaborasi antara sektor kesehatan dan pendidikan tinggi di Malaysia.

Proses donor melibatkan tim medis Rumah Sakit Sungai Buloh bersama Tim Bedah Hepatobilier Universiti Malaya yang bekerja sama untuk memastikan proses transplantasi berjalan sesuai prosedur.

Pihak rumah sakit menyebut kerja sama tersebut sebagai bagian penting dalam mewujudkan misi kemanusiaan dan membantu pasien yang membutuhkan transplantasi organ.

Inspirasi Pentingnya Donor Organ

Rumah Sakit Sungai Buloh berharap kisah Hajjah Normah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat mengenai pentingnya donor organ.

Melalui keputusan yang diambil semasa hidup, almarhumah tidak hanya meninggalkan kenangan bagi keluarga dan rekan-rekannya, tetapi juga memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga serta seluruh tenaga medis yang terlibat dalam proses donor dan transplantasi tersebut.

SUMBER

SindoNews

 

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.