Skip to main content

Anugerah Viktorindo Abadi

4 Jenis Pompa EBARA untuk Industri: End Suction, Multistage, Submersible hingga Deep Well

Jenis pompa EBARA End Suction, Vertical Multistage, Submersible Wastewater dan Deep Well Pump untuk berbagai aplikasi.

Pompa EBARA menjadi salah satu pilihan pompa yang banyak digunakan untuk kebutuhan gedung, komersial, hingga berbagai aplikasi industri.

Namun, setiap jenis pompa EBARA memiliki desain dan karakteristik kerja yang berbeda. Pompa yang digunakan untuk Fire Pump System belum tentu cocok untuk Booster Pump, WWTP, drainase, ataupun pengambilan air dari sumur dalam.

Karena itu, pemilihan pompa tidak cukup hanya berdasarkan daya motor atau ukuran koneksi.

Parameter seperti kapasitas (flow rate), total head, karakteristik fluida, kondisi instalasi, hingga aplikasi sistem perlu diperhitungkan agar pompa bekerja pada titik operasi yang sesuai.

EBARA sendiri memiliki berbagai tipe pompa yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut, mulai dari EBARA FSA dan GS sebagai End Suction Pump, EBARA EVMS sebagai Vertical Multistage Pump, Submersible Pump EBARA untuk air limbah, hingga Deep Well Pump untuk sumur bor.

Lantas, apa perbedaan masing-masing jenis pompa EBARA tersebut dan aplikasi apa yang cocok untuk setiap tipe?

Berikut pembahasannya.

1. Pompa EBARA FSA dan GS – End Suction Pump

Pompa EBARA FSA dan GS End Suction untuk kebutuhan Fire Pump dan Transfer Pump industri.

EBARA FSA dan EBARA GS merupakan contoh pompa tipe End Suction Centrifugal Pump yang dapat digunakan pada berbagai sistem pompa industri.

Jenis pompa EBARA ini banyak diaplikasikan untuk kebutuhan transfer air, distribusi air, sirkulasi, serta konfigurasi sistem pompa kebakaran sesuai spesifikasi proyek.

Cara Kerja EBARA End Suction Pump

Pada End Suction Pump, fluida masuk melalui saluran suction yang berada di bagian depan pompa.

Air kemudian masuk menuju impeller yang berputar dan mendapatkan energi sebelum dialirkan menuju saluran discharge.

Konstruksi tersebut membuat pompa end suction tersedia untuk berbagai kebutuhan flow rate dan total head.

Karena itu, EBARA FSA maupun GS dapat dipertimbangkan untuk berbagai aplikasi industri berdasarkan titik kerja yang dibutuhkan.

EBARA FSA dan GS untuk Fire Pump

Salah satu aplikasi End Suction Pump adalah pada Fire Pump System.

Dalam sistem proteksi kebakaran, pompa harus mampu menyediakan kapasitas dan tekanan yang dibutuhkan oleh jaringan berdasarkan desain sistem.

Karena itu, pemilihan pompa EBARA untuk Fire Pump perlu mempertimbangkan beberapa parameter seperti:

  • Flow rate / GPM
  • Total head / pressure
  • Kurva performa pompa
  • Daya penggerak
  • Sistem coupling
  • Jenis sealing
  • Standar dan spesifikasi proyek

Pompa dapat dikombinasikan dengan electric motor maupun diesel engine berdasarkan konfigurasi sistem yang dirancang.

Cocok untuk Transfer Pump

Selain Fire Pump, EBARA End Suction Pump juga dapat digunakan sebagai Transfer Pump.

Pada aplikasi ini, pompa digunakan untuk memindahkan air dari satu reservoir menuju reservoir atau titik distribusi lainnya.

Pemilihan unit tetap perlu mengacu pada kebutuhan kapasitas, head, kondisi suction, dan karakteristik instalasi.

Kemudahan Maintenance

Beberapa konstruksi end suction mendukung konfigurasi yang mempermudah akses terhadap komponen internal.

Pada desain back pull-out, bagian tertentu dari pompa dapat diperiksa tanpa harus membongkar seluruh jalur perpipaan utama.

Hal tersebut membantu proses inspection, maintenance, dan penggantian komponen pada instalasi industri.

2. Pompa EBARA EVMS – Vertical Multistage Pump

Untuk kebutuhan yang memerlukan tekanan lebih tinggi, EBARA EVMS merupakan salah satu pilihan Vertical Multistage Pump EBARA.

Pompa tipe ini banyak digunakan untuk Booster Pump System, distribusi air gedung bertingkat, pressure boosting, dan aplikasi lain yang membutuhkan total head tinggi.

Desain Multistage dengan Beberapa Impeller

Berbeda dari pompa single-stage, EBARA EVMS menggunakan konfigurasi multistage.

Air melewati beberapa tahapan impeller sehingga energi dan tekanan meningkat secara bertahap.

Karakteristik tersebut membuat Vertical Multistage Pump EBARA sesuai untuk sistem yang membutuhkan tekanan lebih tinggi.

EBARA EVMS untuk Booster Pump Gedung

Salah satu aplikasi utama vertical multistage pump adalah Booster Pump System.

Pada gedung bertingkat, air harus didistribusikan menuju berbagai lantai dengan kebutuhan tekanan tertentu.

Vertical Multistage Pump mampu memberikan head tinggi sekaligus mempertahankan konstruksi yang relatif ringkas.

Dalam sebuah paket Booster Pump, pompa EBARA dapat dikombinasikan dengan komponen seperti:

  • Control panel
  • Variable Speed Drive (VSD)
  • Pressure sensor
  • Pressure tank
  • Pressure gauge
  • Header
  • Valve
  • Baseplate

Konfigurasi jumlah pompa juga dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan debit dan sistem operasional gedung.

Compact Footprint

Konstruksi vertikal menjadi salah satu keuntungan dari EBARA EVMS.

Pompa membutuhkan area lantai yang relatif kecil sehingga cocok digunakan pada pump room gedung yang memiliki keterbatasan ruang.

Karakteristik ini menjadikan Vertical Multistage Pump banyak digunakan pada gedung komersial, hotel, apartemen, rumah sakit, hingga fasilitas industri.

Material Sesuai Kebutuhan Sistem

Pompa vertical multistage tersedia dalam berbagai konfigurasi material sesuai seri dan kebutuhan aplikasinya.

Pemilihan material harus mempertimbangkan karakteristik fluida, temperatur, tekanan kerja, serta kondisi lingkungan instalasi.

3. Pompa Submersible EBARA untuk WWTP, Sewage dan Drainase

Selain pompa permukaan, EBARA memiliki berbagai Submersible Pump yang dirancang untuk bekerja dalam kondisi terendam.

Beberapa contoh yang digunakan untuk kebutuhan wastewater antara lain seri EBARA DVS, DL, dan DCD, tergantung spesifikasi dan karakteristik aplikasinya.

Pompa Submersible EBARA banyak digunakan pada:

  • WWTP (Wastewater Treatment Plant)
  • Sewage
  • Drainase
  • Sump pit
  • Dewatering
  • Air limbah
  • Pengendalian genangan

Desain Impeller untuk Air Limbah

Air limbah memiliki karakteristik berbeda dibandingkan air bersih.

Fluida dapat mengandung lumpur, serat, maupun partikel padat yang berpotensi mengganggu pengoperasian pompa.

Karena itu, submersible wastewater pump tersedia dengan berbagai desain impeller sesuai modelnya, seperti semi-vortex, vortex, semi-open, maupun konfigurasi untuk mengurangi risiko clogging.

Pemilihan Submersible Pump EBARA perlu mempertimbangkan ukuran padatan, karakteristik fluida, kapasitas, dan head yang dibutuhkan.

Pompa dan Motor Bekerja dalam Kondisi Terendam

Pada pompa submersible, motor dan unit pompa berada dalam satu kesatuan yang dirancang untuk bekerja dalam kondisi terendam.

Pompa dapat ditempatkan langsung di sump pit, sewage pit, bak penampungan, maupun tangki air limbah.

Konstruksi tersebut menghilangkan kebutuhan jalur suction panjang seperti yang digunakan pada pompa permukaan.

Pompa juga tidak membutuhkan proses priming dengan cara yang sama seperti beberapa jenis surface pump karena unit telah berada di dalam fluida.

Pompa EBARA DVS

Salah satu tipe yang dapat digunakan untuk kebutuhan air limbah adalah EBARA DVS.

Seri ini termasuk kategori submersible sewage pump dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan drainase maupun pemindahan air limbah sesuai spesifikasi model.

Pemilihan model tetap harus disesuaikan dengan flow, head, ukuran discharge, daya motor, serta karakteristik fluida.

4. Pompa Deep Well EBARA untuk Sumur Bor

Untuk kebutuhan pengambilan air tanah, digunakan tipe pompa yang berbeda dari pompa transfer permukaan.

Deep Well Submersible Pump EBARA dirancang untuk ditempatkan di dalam sumur dan mendorong air dari kedalaman menuju permukaan.

Pompa jenis ini dapat digunakan untuk:

  • Sumur bor
  • Deep well
  • Pengambilan air tanah
  • Suplai air gedung
  • Distribusi air
  • Kebutuhan industri
  • Sistem irigasi

Bentuk Ramping untuk Casing Sumur

Pompa Deep Well EBARA memiliki konstruksi berbentuk silinder dan ramping agar dapat ditempatkan di dalam casing sumur bor.

Ukuran pompa dapat disesuaikan dengan diameter casing, misalnya 4 inci, 6 inci, atau 8 inci, tergantung seri dan kebutuhan instalasi.

Sebelum menentukan ukuran pompa, diameter casing dan kondisi sumur perlu diketahui terlebih dahulu.

Mendorong Air dari Kedalaman

Deep Well Submersible Pump ditempatkan dalam kondisi terendam di dalam sumur.

Pompa bekerja dengan mendorong air dari bawah menuju permukaan, bukan menarik air melalui jalur suction panjang dari atas.

Karena itu, sistem ini tidak menghadapi keterbatasan suction lift dengan cara yang sama seperti pompa permukaan.

Menghasilkan Head Tinggi

Deep Well Pump umumnya menggunakan konfigurasi multistage.

Beberapa tahapan impeller memungkinkan pompa menghasilkan head yang dibutuhkan untuk mengangkat air dari kedalaman menuju permukaan atau jaringan distribusi.

Namun, semakin dalam sumur tidak berarti hanya membutuhkan pompa dengan daya motor lebih besar.

Data seperti kedalaman sumur, dynamic water level, kapasitas air, discharge point, dan kebutuhan flow tetap harus diperhitungkan.

Perbedaan Jenis Pompa EBARA Berdasarkan Aplikasinya

Setiap pompa EBARA memiliki karakteristik yang berbeda.

Berikut gambaran sederhana pemilihannya:

Jenis Pompa EBARA

Contoh Seri

Aplikasi Utama

Karakteristik

End Suction Pump

EBARA FSA / GS

Fire Pump, Transfer Air, Distribusi

Tersedia untuk kebutuhan flow dan head yang beragam

Vertical Multistage Pump

EBARA EVMS

Booster Gedung, Pressure Boosting

Head tinggi dan compact footprint

Submersible Wastewater Pump

EBARA DVS / DL / DCD

WWTP, Sewage, Drainase

Beroperasi terendam dan tersedia dalam berbagai desain impeller

Deep Well Pump

EBARA Deep Well

Sumur Bor, Pengambilan Air Tanah

Bentuk ramping dan mampu mendorong air dari kedalaman

Pompa EBARA untuk Fire Pump System

Untuk aplikasi Fire Pump System, EBARA memiliki tipe pompa yang dapat dikonfigurasi berdasarkan kebutuhan proyek.

Sistem Fire Pump umumnya terdiri dari beberapa unit yang memiliki fungsi berbeda, seperti Diesel Fire Pump, Electric Fire Pump, dan Jockey Pump.

Pemilihan pompa utama perlu memperhatikan kebutuhan GPM, head atau pressure, jenis penggerak, control panel, serta standar proteksi kebakaran yang digunakan.

Sebagai contoh, tipe EBARA FSA atau GS dapat dipertimbangkan untuk konfigurasi tertentu sesuai spesifikasi teknis sistem.

Pompa EBARA untuk Booster Pump

Untuk Booster Pump System, salah satu tipe yang dapat digunakan adalah EBARA EVMS Vertical Multistage Pump.

Karakteristik multistage memungkinkan pompa menghasilkan head tinggi sehingga cocok untuk membantu distribusi air pada gedung bertingkat.

Selain EVMS, pemilihan seri pompa EBARA untuk booster tetap dapat berbeda berdasarkan kebutuhan kapasitas dan tekanan proyek.

Sistem booster juga dapat menggunakan konfigurasi dua atau lebih pompa, termasuk sistem bergantian (alternating) maupun pengaturan menggunakan VSD.

Pompa EBARA untuk Transfer Air

Kebutuhan Transfer Pump System umumnya berfokus pada pemindahan air dari satu titik menuju titik lainnya.

Jenis pompa yang dipilih bergantung pada kapasitas, head, karakteristik sistem, dan ruang instalasi.

Untuk kebutuhan tertentu, EBARA End Suction Pump dapat digunakan ketika sistem membutuhkan kapasitas lebih besar.

Sementara tipe lain dapat dipertimbangkan berdasarkan titik kerja yang diperlukan.

Pompa EBARA untuk WWTP dan Air Limbah

Untuk WWTP, sewage, dan drainase, pemilihan pompa harus mempertimbangkan karakteristik limbah.

Pada aplikasi ini, Submersible Pump EBARA menjadi salah satu kategori yang relevan karena dapat ditempatkan langsung di dalam bak atau sump.

Selain flow dan head, perhatikan pula:

  • Ukuran partikel
  • Kandungan serat
  • Solid passage
  • Jenis impeller
  • Kedalaman sump
  • Diameter discharge
  • Daya motor

Data tersebut membantu menentukan tipe pompa EBARA untuk air limbah yang sesuai.

Pompa EBARA untuk Sumur Bor

Jika kebutuhan proyek adalah mengambil air dari sumur dalam, gunakan kategori Deep Well Submersible Pump.

Pemilihan pompa sumur bor sebaiknya dilakukan berdasarkan data aktual sumur, bukan hanya berdasarkan kedalamannya.

Beberapa data yang dibutuhkan antara lain diameter casing, total depth, static water level, dynamic water level, kapasitas yang dibutuhkan, serta total head menuju titik distribusi.

Dengan data tersebut, model Deep Well Pump dapat ditentukan lebih tepat.

Cara Memilih Pompa EBARA yang Tepat

Banyaknya jenis pompa EBARA membuat pemilihan model harus dilakukan berdasarkan kebutuhan sistem.

Berikut beberapa parameter utama yang perlu disiapkan sebelum menentukan pompa.

1. Flow Rate

Tentukan kapasitas air yang dibutuhkan.

Flow dapat dinyatakan dalam beberapa satuan seperti:

  • LPM
  • LPS
  • m³/h
  • GPM

Kapasitas menjadi salah satu parameter utama untuk menentukan ukuran pompa.

2. Total Head

Selain kapasitas, tentukan total head yang dibutuhkan sistem.

Perhitungan head dapat mempertimbangkan elevasi, tekanan pada titik akhir, panjang perpipaan, serta friction loss pada pipa dan fitting.

Pompa dengan flow besar belum tentu sesuai apabila head yang dihasilkan tidak memenuhi kebutuhan sistem.

3. Jenis Fluida

Pastikan karakteristik fluida diketahui.

Untuk air bersih, kebutuhan pompanya berbeda dibandingkan sewage atau wastewater yang mengandung padatan.

Data temperatur dan sifat fluida lainnya juga perlu diperhatikan untuk aplikasi tertentu.

4. Kondisi Instalasi

Tentukan apakah pompa akan dipasang:

  • Di dalam pump room
  • Di luar ruangan
  • Dalam kondisi terendam
  • Di sump pit
  • Di dalam sumur bor
  • Pada elevasi tertentu

Kondisi instalasi dapat menentukan jenis pompa yang paling sesuai.

5. Sistem Kontrol

Untuk sistem seperti Booster Pump, Transfer Pump, dan Fire Pump, kebutuhan control panel juga perlu diperhitungkan.

Konfigurasi panel dapat disesuaikan dengan jumlah pompa, sistem operasi, proteksi motor, sensor, serta kebutuhan otomatisasi proyek.

Cari Pompa EBARA? Jangan Hanya Berdasarkan Harga

Pencarian seperti harga pompa EBARA memang menjadi hal yang wajar sebelum melakukan pembelian.

Namun, harga sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar pemilihan.

Dua pompa EBARA dengan daya motor yang sama belum tentu memiliki flow, head, impeller, material, dan karakteristik performa yang sama.

Karena itu, sebelum meminta harga pompa, sebaiknya siapkan minimal:

  • Jenis aplikasi
  • Flow rate
  • Total head / pressure
  • Jenis fluida
  • Ukuran koneksi jika tersedia
  • Sumber daya listrik
  • Kondisi instalasi
  • Spesifikasi proyek

Dengan data tersebut, pemilihan model sekaligus penawaran harga pompa EBARA dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Supplier Pompa EBARA untuk Kebutuhan Proyek

PT Anugerah Viktorindo Abadi (AVA) menyediakan kebutuhan pompa EBARA untuk berbagai aplikasi proyek gedung dan industri.

Kebutuhan produk dapat mencakup End Suction Pump, Vertical Multistage Pump, Submersible Pump, serta berbagai sistem pompa yang menggunakan unit EBARA sesuai spesifikasi proyek.

AVA juga menangani kebutuhan sistem seperti Fire Pump System, Booster Pump System, Transfer Pump System, dan berbagai aplikasi pompa industri lainnya.

Untuk menentukan tipe pompa, kirimkan data flow rate, total head/pressure, jenis aplikasi, karakteristik fluida, dan kondisi instalasi.

Butuh Pompa EBARA untuk Proyek? Kirim Spesifikasi untuk Konsultasi & Penawaran.

  • 🌐 Website: ava.co.id
  • ✉️ Email: admin@ava.co.id
  • 📞 Dukungan Pusat / WA: +62 8566-8000-888

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.