Meta mengakui pihaknya terkadang melakukan kesalahan dalam proses pemblokiran sejumlah akun WhatsApp. Namun, perusahaan mengeklaim akun-akun asli yang terdampak salah pemblokiran dapat dipulihkan.
Kepala Kebijakan Facebook & Messaging Meta Asia Pasifik Esther Samboh mengatakan Meta terus berupaya meningkatkan sistem dalam menghadapi pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan layanan.
Menurut Esther, langkah pemblokiran dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga keamanan pengguna lain di platform WhatsApp.
Meski demikian, Meta mengakui proses tersebut tidak selalu berjalan sempurna.
“Terkadang kami melakukan kesalahan dalam proses ini, dan kami berupaya memperbaikinya secepat mungkin,” kata Esther kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/8).
Meta mengungkapkan bahwa sebagian besar akun asli yang terdampak akibat kesalahan teknis dalam proses pemblokiran kini telah berhasil dipulihkan.
“Sebagian besar akun asli yang terdampak oleh kesalahan teknis ini kini telah dipulihkan, dan kami terus berupaya membantu siapa pun yang masih terdampak,” tambah Esther.
Pernyataan tersebut muncul setelah persoalan suspend sejumlah akun WhatsApp menjadi perhatian.
Meta mengeklaim masih terus membantu pengguna yang akunnya terdampak dan belum kembali normal.
Namun, Esther tidak menjelaskan secara terperinci mengenai penyebab teknis yang membuat banyak akun WhatsApp mengalami suspend dalam beberapa waktu terakhir.
Meski mengakui adanya kesalahan teknis, Meta belum memberikan penjelasan detail mengenai penyebab banyaknya akun yang terkena suspend.
Esther juga tidak menjelaskan bagaimana persoalan tersebut berkaitan dengan kasus peretasan yang dialami sejumlah pengguna WhatsApp.
Dalam pernyataannya, Meta tidak menyinggung secara khusus mengenai pemanggilan perusahaan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Komdigi sebelumnya meminta klarifikasi terkait berbagai persoalan yang terjadi di platform tersebut.
Persoalan yang menjadi perhatian pemerintah tidak hanya mengenai suspend akun WhatsApp.
Komdigi juga menyoroti kasus akun WhatsApp yang diretas hingga promosi judi online (judol).
Komdigi telah memanggil Meta untuk meminta keterangan secara langsung mengenai penanganan banyaknya akun WhatsApp yang mengalami suspend.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan pihaknya telah meminta perwakilan Meta hadir di Kantor Komdigi.
“Terkait penanganan kasus suspend massal akun WhatsApp, kami telah meminta kehadiran perwakilan Meta di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital guna memberikan keterangan secara langsung kepada Pemerintah,” kata Alexander kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/8).
Pemanggilan tersebut dilakukan agar pemerintah mendapatkan penjelasan langsung mengenai penanganan kasus suspend massal akun WhatsApp.
Menurut Alexander, langkah Komdigi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan Meta menjalankan tanggung jawabnya sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).
Sebagai PSE, Meta dinilai memiliki kewajiban untuk menyediakan layanan yang andal bagi pengguna di Indonesia.
Hal tersebut termasuk memastikan sistem moderasi dan keamanan tidak merugikan pengguna yang sebenarnya tidak melakukan pelanggaran.
Pemerintah juga meminta perusahaan memberikan penjelasan mengenai langkah yang dilakukan untuk menangani pengguna yang telah terdampak.
Sebelum meminta perwakilan Meta hadir secara langsung, Alexander menyebut Komdigi telah lebih dahulu meminta perusahaan memberikan klarifikasi tertulis.
Meta diberikan tenggat untuk memberikan klarifikasi hingga Senin, 24 Agustus 2026.
Langkah lanjutan berupa pemanggilan perwakilan Meta dilakukan untuk mendapatkan penjelasan secara langsung dari perusahaan.
Persoalan suspend massal tersebut menjadi perhatian karena WhatsApp digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai kebutuhan komunikasi.
Di sisi lain, Meta menyatakan terus meningkatkan sistem untuk menghadapi pihak yang mencoba menyalahgunakan layanannya.
Perusahaan juga mengakui bahwa dalam proses tersebut terdapat kemungkinan akun asli ikut terdampak secara keliru.
Meta mengeklaim sebagian besar akun asli yang terkena kesalahan teknis tersebut kini telah dipulihkan, sementara perusahaan terus membantu pengguna lain yang masih mengalami masalah.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.