Anugerah Viktorindo Abadi

Penerapan Biodiesel B50 Perlu Perhatian Khusus untuk Kendaraan Diesel Lama, Ini Penjelasan Pakar ITB

pengisian bahan bakar biodiesel B50 pada kendaraan diesel di Indonesia

Rencana penerapan biodiesel B50 secara bertahap di Indonesia membutuhkan kesiapan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, penyedia bahan bakar, hingga pemilik kendaraan diesel.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan secara umum mesin diesel yang saat ini beredar masih dapat menggunakan campuran biodiesel B50. Namun, kendaraan diesel berusia lebih tua memerlukan perhatian khusus karena memiliki karakteristik sistem bahan bakar yang berbeda dengan kendaraan modern.

Menurutnya, kendaraan yang masih menggunakan sistem injeksi mekanis perlu mendapatkan perhatian lebih karena sifat biodiesel berbeda dibandingkan solar konvensional yang selama ini digunakan.

Komponen Kendaraan Lama Perlu Diperiksa

Yannes menjelaskan beberapa komponen seperti selang karet, seal, dan gasket berpotensi mengalami penurunan usia pakai lebih cepat akibat sifat pelarut biodiesel yang lebih kuat.

Karena itu, pemilik kendaraan diesel lama disarankan mengikuti jadwal perawatan sesuai rekomendasi pabrikan maupun bengkel resmi agar sistem bahan bakar tetap bekerja optimal.

Selain kesiapan kendaraan, kualitas distribusi bahan bakar juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi B50 secara nasional.

Penyimpanan dan Distribusi B50 Harus Dijaga

Biodiesel memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap air dari lingkungan sekitar.

Karakteristik tersebut membuat proses penyimpanan bahan bakar memerlukan perhatian khusus agar kualitas B50 tetap terjaga hingga sampai ke konsumen.

Untuk itu, pengelola SPBU dan penyedia bahan bakar perlu memastikan tangki penyimpanan berada dalam kondisi optimal guna mencegah penurunan kualitas bahan bakar selama distribusi.

Edukasi Pengguna dan Mekanik Jadi Kunci

Selain aspek teknis, Yannes menilai edukasi kepada pengguna kendaraan dan mekanik menjadi faktor penting dalam masa transisi menuju penggunaan biodiesel dengan kadar campuran yang lebih tinggi.

Salah satu langkah yang disarankan adalah memperpendek interval penggantian filter solar, terutama pada kendaraan diesel generasi lama.

Dengan pemahaman yang baik mengenai karakteristik B50, pengguna diharapkan mampu mengantisipasi kebutuhan perawatan kendaraan dan meminimalkan potensi gangguan selama penggunaan sehari-hari.

B50 Berpotensi Memberikan Berbagai Manfaat

Di balik tantangan implementasinya, penggunaan biodiesel B50 diperkirakan membawa sejumlah manfaat bagi sektor transportasi dan industri.

Pada kendaraan niaga maupun armada logistik, B50 dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasokan bahan bakar dalam negeri sehingga biaya operasional dapat tetap terkendali.

Menurut Yannes, stabilitas pasokan energi menjadi salah satu keuntungan utama dari peningkatan pemanfaatan biodiesel berbasis sumber daya domestik.

Kurangi Jelaga pada Kendaraan Diesel Modern

Sementara itu, pada kendaraan diesel modern yang telah menggunakan teknologi common rail, manfaat utama yang dapat dirasakan adalah berkurangnya emisi partikulat atau jelaga hitam dari gas buang.

Yannes menjelaskan bahwa penggunaan B50 pada kendaraan modern berpotensi menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dibandingkan bahan bakar diesel konvensional.

Meski demikian, pengguna tetap harus disiplin melakukan perawatan berkala, termasuk pemeriksaan dan penggantian filter solar sesuai kondisi penggunaan kendaraan.

Dengan perawatan yang tepat, manfaat penggunaan biodiesel B50 dapat diperoleh secara optimal tanpa mengganggu kinerja kendaraan.

SUMBER

Kompas.com

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.