Aktor laga Indonesia Yayan Ruhian menghadirkan aksi berbeda dalam film The Furious dengan menggunakan senjata berupa busur panah sebagai alat pertarungan jarak dekat.
Menurut Yayan, penggunaan busur panah dalam adegan duel jarak dekat merupakan konsep yang unik karena senjata tersebut selama ini lebih identik dengan peperangan atau serangan dari jarak jauh.
Dalam film tersebut, Yayan memerankan karakter bernama Tak, sosok yang memiliki gaya bertarung khas dan menjadikan busur panah sebagai senjata andalannya.
Yayan mengaku tertarik dengan konsep penggunaan busur panah dalam film ini karena jarang ditampilkan dalam genre laga modern.
Biasanya, busur panah digunakan untuk menyerang lawan dari kejauhan. Namun dalam The Furious, senjata tersebut dimanfaatkan sebagai alat pertarungan jarak dekat yang menjadi bagian penting dari koreografi aksi.
“Ini senjata yang kayaknya belum pernah digunakan sebagai alat untuk berantem. Karena ini senjata untuk perang, tapi kok bisa digunakan untuk berantem,” ujar Yayan dalam wawancara dengan Kompas.com.
Ia menilai pendekatan tersebut memberikan pengalaman baru baik bagi pemain maupun penonton.
Meski telah lama dikenal sebagai aktor laga yang terlibat dalam berbagai film internasional, penggunaan busur panah dalam adegan pertarungan jarak dekat menjadi pengalaman baru bagi Yayan.
Menurutnya, tidak hanya panah yang digunakan sebagai senjata, tetapi juga bagian busur itu sendiri dimanfaatkan dalam koreografi pertarungan.
“Kalau untuk perang oke menggunakan busur panah. Tapi bagaimana menggunakan panah untuk fight jarak dekat, busurnya itu yang bisa jadi senjata,” kata Yayan.
Karena itu, ia harus menjalani berbagai latihan khusus sebelum proses syuting dimulai.
Yayan memastikan seluruh pemain menjalani persiapan intensif sebelum menjalani adegan laga.
Latihan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap gerakan terlihat meyakinkan sekaligus aman selama proses pengambilan gambar.
“Pasti ada latihannya terlebih dahulu, kami semua ada persiapannya,” ungkapnya.
Pelatihan itu mencakup teknik penggunaan busur panah, koordinasi gerakan, hingga penyesuaian dengan koreografi pertarungan yang telah dirancang tim produksi.
Selain penggunaan senjata yang tidak biasa, The Furious juga menjanjikan adegan laga dengan koreografi yang rumit dan menantang.
Yayan menjelaskan bahwa pertarungan dalam film ini membutuhkan pengalaman panjang di bidang seni bela diri maupun screen fighting.
Menurutnya, adegan-adegan tersebut tidak bisa dilakukan sembarang orang tanpa pengalaman yang memadai.
“Jadi koreografi yang sangat unik itu dan juga sangat kompleks. Tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai pengalaman bela diri yang lama, atau minimal pengalaman yang panjang di screen fight,” tutur Yayan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam produksi film ini adalah minimnya penggunaan pemeran pengganti atau stunt double.
Yayan mengungkapkan bahwa sutradara Kenji Tanigaki menginginkan pertarungan yang terasa lebih autentik sehingga para pemain utama menjalankan sebagian besar adegan aksi secara langsung.
“Memang kompleks banget dan tidak boleh double, tidak boleh menggunakan pemeran pengganti. Kenji juga sangat ingin menceritakan pertarungan ini secara jujur dan penonton bisa merasakan karakter-karakter itu benar-benar dimainkan oleh aktor-aktor yang mereka sayangi,” jelas Yayan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat penonton lebih terhubung dengan karakter dan intensitas cerita yang ditampilkan.
The Furious merupakan film aksi yang disutradarai oleh Kenji Tanigaki.
Film ini mengisahkan Wang Wei, seorang pedagang yang diperankan aktor asal China Mo Tse, yang harus berjuang menyelamatkan putrinya setelah diculik oleh kelompok kriminal berbahaya.
Dalam misinya, Wang Wei mendapat bantuan dari seorang jurnalis bernama Navin yang diperankan oleh Joe Taslim.
Keduanya kemudian bekerja sama menyerbu markas organisasi kriminal dan menghadapi puluhan hingga ratusan musuh dalam rangkaian adegan laga yang intens.
Selain Mo Tse, Joe Taslim, dan Yayan Ruhian, film ini juga dibintangi sejumlah nama besar di dunia film aksi Asia, antara lain:
Kehadiran para aktor tersebut membuat The Furious menjadi salah satu film aksi Asia yang paling dinantikan tahun ini.
Film The Furious dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Juni 2026.
Dengan cerita yang menegangkan, koreografi laga yang kompleks, serta penggunaan senjata yang tidak biasa, film ini menawarkan pengalaman berbeda bagi para penggemar genre aksi.
Kehadiran Yayan Ruhian dan Joe Taslim juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat film ini layak masuk daftar tontonan pecinta film laga.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.