Anugerah Viktorindo Abadi

Mengapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Lampu? Pengamat ITB Ungkap Penyebabnya

ilustrasi jaringan listrik dan pemadaman listrik di indonesia

Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam beberapa waktu terakhir memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak warga mengeluhkan listrik yang padam secara mendadak, bahkan terjadi beberapa kali dalam sepekan.

Keluhan tersebut ramai dibahas di media sosial, terutama oleh masyarakat di Pulau Jawa dan Bali yang mengaku lebih sering mengalami gangguan listrik dibanding biasanya.

Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa pemadaman dilakukan untuk menghemat stok batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Menanggapi keresahan tersebut, Pengamat Sistem Tenaga Listrik dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor, memberikan penjelasan mengenai sejumlah faktor yang memengaruhi meningkatnya frekuensi pemadaman listrik belakangan ini.

Dua Penyebab Utama Pemadaman Listrik

Menurut Kevin, pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dipicu oleh dua faktor utama.

Faktor pertama adalah force outage, yaitu gangguan mendadak pada sistem kelistrikan yang terjadi di luar perencanaan.

Gangguan ini dapat terjadi akibat kerusakan peralatan, gangguan jaringan transmisi, maupun masalah teknis lain yang menyebabkan pasokan listrik terganggu secara tiba-tiba.

Sementara faktor kedua adalah derating, yakni kebijakan untuk menurunkan kapasitas produksi listrik dari pembangkit secara sengaja karena alasan operasional tertentu.

Kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik sehingga berpotensi memicu pemadaman di sejumlah wilayah.

Dilema Stok Bahan Bakar Pembangkit

Kevin menjelaskan bahwa salah satu alasan utama penerapan kebijakan derating berkaitan dengan menipisnya stok bahan bakar pembangkit, terutama batu bara dan minyak mentah.

Dalam kondisi tertentu, operator pembangkit harus mengurangi kapasitas operasi guna menjaga ketersediaan bahan bakar hingga pasokan baru tiba.

Langkah tersebut dianggap lebih aman dibanding memaksa pembangkit beroperasi penuh hingga bahan bakar benar-benar habis.

Menurut Kevin, apabila pembangkit dipaksa bekerja pada kapasitas maksimum sementara stok bahan bakar habis total, risikonya justru lebih besar karena pembangkit dapat berhenti beroperasi sepenuhnya.

Untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), proses menghidupkan kembali unit yang mati total bahkan dapat memakan waktu hingga dua hari.

Karena itu, pengurangan kapasitas operasi sering kali menjadi langkah pencegahan agar sistem tetap berjalan meskipun tidak dalam kondisi optimal.

Cadangan Daya Menipis Saat Beban Puncak

Selain persoalan bahan bakar, Kevin menyoroti pentingnya cadangan daya dalam sistem kelistrikan nasional.

Dalam kondisi ideal, jaringan listrik harus memiliki cadangan daya yang cukup untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi maupun gangguan tak terduga.

Namun ketika penggunaan listrik masyarakat mencapai puncaknya, terutama pada siang hingga malam hari, cadangan daya dapat menyusut secara signifikan.

Saat cadangan menipis, kemampuan sistem untuk mengatasi gangguan juga berkurang sehingga risiko pemadaman menjadi lebih tinggi.

Pemadaman Bergilir Jadi Pilihan Terakhir

Dalam situasi tertentu, operator sistem listrik terpaksa menerapkan pemadaman bergilir untuk menjaga stabilitas jaringan.

Langkah ini dilakukan untuk menekan beban sistem, mempertahankan cadangan daya, serta mencegah terjadinya pemadaman besar-besaran atau blackout yang dampaknya bisa jauh lebih luas.

Meski kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, pemadaman bergilir dinilai sebagai opsi yang lebih aman dibanding membiarkan seluruh sistem kelistrikan mengalami gangguan menyeluruh.

El Nino Turut Menambah Tekanan

Selain faktor teknis dan pasokan bahan bakar, kondisi cuaca juga disebut berperan besar terhadap keandalan sistem kelistrikan.

Kevin menjelaskan bahwa fenomena El Nino yang membawa musim kemarau berkepanjangan berpotensi menambah tekanan terhadap sektor ketenagalistrikan nasional.

Cuaca panas ekstrem membuat penggunaan pendingin ruangan seperti AC meningkat drastis, sehingga konsumsi listrik masyarakat ikut melonjak.

Di saat yang sama, musim kemarau menyebabkan curah hujan berkurang dan debit air di bendungan maupun waduk menyusut.

PLTA Berpotensi Kehilangan Kapasitas Produksi

Menurunnya debit air berdampak langsung terhadap kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang selama ini menjadi salah satu sumber energi penting di Indonesia.

Berkurangnya aliran air membuat kapasitas produksi listrik PLTA ikut menurun.

Beberapa PLTA besar seperti Cirata dan Saguling di Jawa Barat berpotensi mengalami penurunan produktivitas apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya.

Kondisi ini menciptakan tantangan tambahan karena pasokan energi bersih berkurang di saat kebutuhan listrik masyarakat justru meningkat.

Tantangan Kelistrikan Semakin Kompleks

Kombinasi antara meningkatnya konsumsi listrik, menurunnya kapasitas produksi energi dari PLTA, serta keterbatasan pasokan bahan bakar membuat pengelolaan sistem kelistrikan menjadi semakin kompleks.

Operator harus menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan listrik agar sistem tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, berbagai langkah pengamanan seperti derating maupun pemadaman bergilir terkadang tidak dapat dihindari untuk mencegah gangguan yang lebih besar.

Masyarakat Diminta Bijak Menggunakan Listrik

Di tengah tantangan tersebut, masyarakat juga diimbau menggunakan listrik secara lebih efisien, terutama saat beban puncak.

Penggunaan peralatan listrik secara bijak dapat membantu mengurangi tekanan pada jaringan listrik dan mendukung stabilitas pasokan energi nasional.

Dengan pengelolaan yang tepat serta dukungan masyarakat, risiko gangguan listrik yang lebih luas diharapkan dapat diminimalkan.

SUMBER

Kompas.com

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.