Skip to main content

Anugerah Viktorindo Abadi

Teknologi Pompa Air Zaman Belanda

Pompa EBARA SZ Mixed Flow Volute Pump untuk kebutuhan distribusi air berkapasitas besar.

Rahasia Infrastruktur Air Zaman Belanda Awet, Ini Teknologi Pompanya

Teknologi pompa air zaman Belanda menjadi salah satu contoh perkembangan infrastruktur pengairan yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Sejumlah instalasi air peninggalan era kolonial bahkan disebut masih bertahan dan digunakan hingga sekarang.

Melalui unggahan akun X resminya, TVRI Nasional (@TVRINasional) membahas alasan infrastruktur air peninggalan Hindia Belanda dikenal memiliki konstruksi kuat dan mampu bertahan selama puluhan hingga ratusan tahun.

Menurut unggahan tersebut, ketahanan infrastruktur air dipengaruhi oleh kombinasi material berkualitas dan penerapan teknologi hidrolik yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang.

Dua teknologi yang menjadi sorotan adalah pompa hidram (hydraulic ram pump) serta sistem kanal gravitasi yang dipadukan dengan penggunaan material besi cor.

Pompa Hidram, Teknologi Pompa Air Tanpa Listrik

Pompa hidram merupakan salah satu teknologi pemompaan yang memanfaatkan energi aliran air tanpa membutuhkan listrik atau bahan bakar.

Teknologi ini bekerja menggunakan prinsip water hammer, yaitu lonjakan tekanan yang terjadi ketika aliran air dihentikan secara mendadak oleh mekanisme katup.

Tekanan tersebut dimanfaatkan untuk mendorong sebagian air menuju lokasi yang lebih tinggi melalui jaringan perpipaan.

Keunggulan pompa hidram terletak pada sistem mekanisnya yang relatif sederhana dan kemampuannya bekerja secara otomatis selama tersedia aliran air serta perbedaan ketinggian yang memadai.

Meski demikian, tidak seluruh air yang masuk ke pompa akan dipindahkan ke tempat lebih tinggi. Sebagian air dikeluarkan melalui katup pembuangan sebagai bagian dari proses pembentukan tekanan.

Teknologi ini masih relevan untuk kebutuhan distribusi air di wilayah yang memiliki sumber air mengalir tetapi akses listrik terbatas.

Kanal Gravitasi dan Pipa Besi Cor yang Tahan Lama

Selain pompa hidram, infrastruktur air peninggalan Belanda juga memanfaatkan sistem distribusi air berbasis gravitasi.

Sistem ini menggunakan perbedaan elevasi antara sumber air dan lokasi tujuan sehingga air dapat mengalir tanpa memerlukan pompa tambahan pada bagian jaringan tertentu.

Dalam unggahannya, TVRI Nasional juga menyoroti penggunaan pipa besi cor atau cast iron sebagai salah satu material yang mendukung ketahanan infrastruktur air.

Besi cor memiliki kekuatan mekanis yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang apabila dipasang serta dirawat dengan benar.

Namun, material tersebut tetap berpotensi mengalami korosi sehingga membutuhkan perlindungan dan pemeliharaan berkala.

Kombinasi desain hidrolik yang tepat, kualitas material, serta perawatan menjadi faktor penting dalam mempertahankan fungsi infrastruktur pengairan.

Instalasi Pompa Air PDAM Purworejo Sejak 1925

Salah satu contoh yang disoroti TVRI Nasional adalah instalasi pompa air di PDAM Purworejo yang disebut telah ada sejak 1925.

Instalasi tersebut menjadi contoh infrastruktur air berusia panjang yang masih bertahan hingga sekarang.

Keberadaan fasilitas pengairan lama menunjukkan bahwa perencanaan teknis dan pemilihan material memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sistem distribusi air.

Meski demikian, diperlukan informasi teknis tambahan untuk memastikan jenis pompa, komponen asli, serta peralatan yang telah mengalami penggantian atau modernisasi.

Hal ini penting karena infrastruktur air yang masih digunakan hingga sekarang tidak selalu mengoperasikan seluruh komponen asli dari masa pembangunannya.

Perkembangan Teknologi Pompa Air hingga EBARA SZ

Seiring perkembangan industri, teknologi pompa air terus mengalami inovasi untuk memenuhi kebutuhan distribusi air dengan kapasitas dan tekanan yang berbeda.

Jika pompa hidram memanfaatkan energi aliran air, sistem pemompaan modern umumnya menggunakan penggerak eksternal seperti motor listrik atau mesin diesel.

Salah satu contoh teknologi pompa modern adalah EBARA SZ Mixed Flow Volute Pump, yang dirancang untuk kebutuhan pemindahan air berkapasitas besar.

Pompa jenis mixed flow menggabungkan karakteristik aliran radial dan aksial sehingga sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan debit besar dengan tinggi tekan tertentu.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti irigasi, pengendalian banjir, dan sistem pemindahan air dalam skala besar.

Berbeda dengan pompa hidram, EBARA SZ memerlukan penggerak eksternal sesuai konfigurasi sistem yang digunakan.

Meskipun prinsip kerjanya berbeda, kedua teknologi tersebut menunjukkan perkembangan sistem pemompaan dalam mendukung pengelolaan dan distribusi air.

Teknologi Pengairan Lama Masih Relevan hingga Sekarang

Keberadaan infrastruktur air peninggalan Belanda menunjukkan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pembangunan fasilitas pengairan.

Prinsip distribusi air berbasis gravitasi dan pemanfaatan energi hidrolik masih dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan modern.

Sementara itu, penggunaan pompa industri seperti EBARA SZ memungkinkan pengelolaan air dalam kapasitas yang lebih besar sesuai kebutuhan operasional.

Pemilihan teknologi pompa perlu mempertimbangkan debit aliran, tinggi tekan, sumber energi, serta kondisi instalasi.

Dengan kombinasi desain yang tepat, material berkualitas, dan pemeliharaan berkala, sistem pemompaan dapat digunakan secara efisien dan berkelanjutan.

SUMBER

Postingan Instagram: TVRI Nasional

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.