Anugerah Viktorindo Abadi

Italia Siaga Darurat Setelah Dua Suspek Ebola Terdeteksi di Lombardy

italia aktifkan protokol ebola

Otoritas kesehatan Italia mengeluarkan peringatan darurat kesehatan di wilayah Lombardy setelah dua kasus suspek Ebola terdeteksi di Provinsi Como, Italia utara.

Kedua pasien diketahui baru kembali dari Uganda setelah menjalankan misi kemanusiaan selama tiga bulan.

Pasien tersebut terdiri dari seorang perempuan asal Lurate Caccivio dan seorang pria dari Bulgarograsso yang kembali ke Italia bersama keluarga mereka dalam 24 jam terakhir.

Keduanya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Sacco di Milan yang dikenal sebagai pusat penanganan penyakit menular berisiko tinggi.

Alami Gejala Mirip Ebola

Menurut laporan awal, kedua pasien mengalami gejala yang selaras dengan infeksi Ebola.

Gejala tersebut meliputi:

  • demam tinggi
  • mual
  • muntah
  • gangguan pencernaan

Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait apakah keduanya benar-benar terinfeksi virus Ebola.

Menteri Kesejahteraan Regional Lombardy, Guido Bertolaso, menyebut prosedur darurat kesehatan telah diaktifkan sebagai langkah antisipasi.

Namun pemerintah Italia menegaskan proses investigasi medis masih berlangsung.

“Masih belum ada kepastian bahwa ini adalah Ebola,” ujar Bertolaso seperti dikutip Euronews.

Tim Medis Curiga Malaria Lebih Mungkin

Menurut Guido Bertolaso, kedua pasien diketahui berasal dari wilayah Uganda yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Kongo dan Rwanda.

Wilayah tersebut saat ini memang tengah mendapat pengawasan ketat menyusul peningkatan kasus Ebola di kawasan Afrika Tengah.

Meski sempat memicu kekhawatiran terkait Ebola, tim medis menilai malaria kemungkinan lebih besar menjadi penyebab penyakit yang dialami kedua pasien.

Namun, proses pemeriksaan laboratorium dan observasi medis masih terus dilakukan untuk memastikan diagnosis secara pasti.

Pasien Perempuan Alami Gejala Lebih Berat

Pasien perempuan berusia 30 tahun dilaporkan mengalami kondisi yang lebih serius.

Ia mengalami demam tinggi disertai gangguan neurologis ringan sehingga berpotensi menjalani perawatan intensif di ICU.

Sementara itu, pasien pria berusia 31 tahun disebut mengalami gejala yang relatif lebih ringan.

Ia dilaporkan mengalami suhu tubuh sekitar 38 derajat Celsius dan gangguan gastrointestinal.

Kondisi kedua pasien masih terus dipantau oleh tim medis di Rumah Sakit Sacco, Milan.

Italia Tetap Aktifkan Protokol Ebola

Otoritas kesehatan Italia tetap mengaktifkan protokol pengawasan Ebola menyusul riwayat perjalanan kedua pasien dari Uganda.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi keluar.

Lima anggota keluarga dari kedua pasien saat ini juga berada dalam pengawasan ketat otoritas kesehatan setempat.

Pemerintah Italia menegaskan risiko penyebaran Ebola di negara tersebut masih tergolong rendah dan sistem kesiapsiagaan nasional tetap berjalan penuh.

Pemerintah dan Rumah Sakit Terus Koordinasi

Pemerintah Italia terus memantau perkembangan situasi bersama otoritas kesehatan Lombardy, Institut Tinggi Kesehatan, Rumah Sakit Sacco Milan, serta Rumah Sakit Spallanzani di Roma.

Komite Keamanan Kesehatan Komisi Eropa juga disebut telah menggelar pertemuan khusus untuk membahas perkembangan kasus tersebut.

Guido Bertolaso turut mengkritik beredarnya foto dan informasi kasus secara prematur karena dikhawatirkan memicu kepanikan publik sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan.

Sebelumnya, Wali Kota Lurate Caccivio, Sereng Arrighi, juga telah mengumumkan aktivasi protokol kesehatan kepada masyarakat setempat sebagai langkah pencegahan dini.

SUMBER

Metro News

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.