Anugerah Viktorindo Abadi

Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diprediksi Menurun, Polri Tetap Siaga Antisipasi Lonjakan

Jumlah pemudik pada libur Lebaran 2026 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, pihak kepolisian tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan pergerakan masyarakat di lapangan.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei yang dipaparkan oleh Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang.

Angka tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi pada tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Dengan demikian, jumlah pemudik diperkirakan turun sekitar 2,57 juta orang atau sekitar 1,75 persen.

Arus Lalu Lintas Tertutup

Genangan air yang menutupi badan jalan membuat kendaraan kesulitan melewati jalur tersebut. Beberapa pengendara terlihat harus memutar arah karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilintasi.

Situasi ini berdampak pada aktivitas warga serta pengguna jalan yang biasa melintas di kawasan tersebut.

Meski hasil survei menunjukkan adanya penurunan sekitar 1,75 persen, Dedi menegaskan bahwa Polri tetap meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini.

Menurutnya, potensi pergerakan masyarakat tetap perlu diantisipasi karena adanya berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum, hingga penerapan skema kerja fleksibel seperti Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan lebih awal.

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Gelombang

 

Puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 2026 diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang. Hal tersebut disampaikan oleh AKP Made Budi berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral terkait persiapan pengamanan mudik tahun ini.

Menurutnya, hasil pembahasan dalam rapat tersebut menunjukkan bahwa lonjakan pergerakan pemudik kemungkinan terbagi dalam dua periode utama menjelang hari raya.

“Untuk puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mendukung pengamanan mudik Lebaran 2026, Polri menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri dari 1.624 pos pengamanan (Pos Pam), 779 pos pelayanan (Pos Yan), serta 343 pos terpadu.

Made Budi juga menjelaskan bahwa di wilayah Kota Depok akan disiapkan sejumlah pos pengamanan untuk membantu kelancaran arus mudik.

“Untuk di Kota Depok sendiri terdapat 8 pos pengamanan dan pos pelayanan,” ujarnya.

Selain itu, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026, sebanyak 675 personel gabungan akan disiagakan di wilayah Depok. Personel tersebut terdiri dari unsur Polres dan Polsek, TNI, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP yang akan bertugas menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik.

Keberangkatan Pemudik Mulai Meningkat

Arus keberangkatan pemudik di Terminal Tipe A Jatijajar, Depok, diperkirakan mulai meningkat pada Jumat sore, 13 Maret 2026. Lonjakan penumpang diprediksi terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan.

Kepala Terminal Jatijajar Depok, Rafik Hidayat, mengatakan bahwa pergerakan pemudik biasanya mulai terlihat padat saat masyarakat mulai menyelesaikan aktivitas kerja menjelang libur.

Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang pada sore hari juga dipengaruhi oleh kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang memungkinkan pola kerja lebih fleksibel, seperti kombinasi Work From Anywhere (WFA) dan Work From Office (WFO).

Kebijakan tersebut berlaku pada Senin hingga Selasa, 16–17 Maret 2026. Fleksibilitas ini memberikan kesempatan bagi para aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai swasta untuk memulai perjalanan mudik lebih awal.

Dengan adanya kelonggaran pola kerja tersebut, sebagian masyarakat diperkirakan sudah mulai melakukan perjalanan sejak Jumat sore, sehingga arus keberangkatan pemudik diprediksi meningkat secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.

Kesimpulan

Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran 2026 membuat berbagai pihak terus mempersiapkan langkah antisipasi, mulai dari pengamanan jalur mudik hingga pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memanfaatkan informasi resmi terkait kondisi arus mudik agar perjalanan dapat berlangsung aman dan lancar.

Sumber

Artikel ini dirangkum dan dikembangkan dari laporan berita:
Radar Bogor – Jumlah Pemudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun 2,57 Juta Orang, Polisi Tetap Siaga