
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pada 3 Maret 2026 akan terjadi fenomena Gerhana Bulan Total yang dapat diamati di wilayah Indonesia.
Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, dengan Bumi berada di tengah sehingga bayangannya menutupi seluruh permukaan Bulan. Pada fase puncaknya, Bulan akan tampak berwarna merah gelap atau yang sering disebut sebagai Blood Moon.
Fenomena ini sepenuhnya aman untuk disaksikan tanpa alat bantu khusus.
Menurut penjelasan ilmiah, warna merah pada Bulan terjadi karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan dan penyaringan. Spektrum cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan menuju Bulan.
Inilah yang menyebabkan Bulan tampak kemerahan selama fase total berlangsung.
Berdasarkan data resmi dari BMKG, berikut adalah waktu fase-fase Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat diamati di Indonesia:
🌘 Fase Penumbra (P1)
Gerhana penumbra mulai terjadi saat Bulan mulai memasuki bayangan samar Bumi.
🌗 Fase Gerhana Sebagian (U1)
Sebagian permukaan Bulan mulai tertutup bayangan inti (umbra).
🌑 Gerhana Total Dimulai (U2)
Seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan umbra Bumi dan mulai tampak kemerahan.
🔴 Puncak Gerhana
Inilah momen terbaik menyaksikan Blood Moon, saat warna merah terlihat paling jelas.
🌑 Gerhana Total Berakhir (U3)
Bulan mulai keluar dari bayangan inti Bumi.
🌗 Gerhana Sebagian Berakhir (U4)
Bayangan umbra sepenuhnya meninggalkan Bulan.
🌘 Gerhana Penumbra Berakhir (P4)
Seluruh fase gerhana selesai dan Bulan kembali normal.
Fase paling menarik tentu saat Gerhana Total dan Puncak Gerhana, yaitu sekitar:
Pada waktu tersebut, Bulan akan tampak berwarna merah tembaga dan menjadi momen paling fotogenik
Tidak. Gerhana Bulan Total aman untuk dilihat langsung tanpa alat bantu khusus. Berbeda dengan Gerhana Matahari, fenomena ini tidak membahayakan mata.
Bahkan, momen ini menjadi kesempatan langka untuk mengamati keindahan langit malam secara langsung.
Agar pengalaman lebih maksimal, berikut beberapa tips sederhana:
Jika cuaca mendukung, fenomena ini bisa terlihat jelas di sebagian besar wilayah Indonesia.
Gerhana Bulan Total tidak terjadi setiap bulan. Kombinasi posisi orbit yang presisi membuat fenomena ini menjadi momen yang dinantikan para pecinta astronomi maupun masyarakat umum.
Selain nilai ilmiah, fenomena ini juga sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan cerita turun-temurun di berbagai budaya.
Namun secara sains, ini adalah peristiwa astronomi yang dapat dihitung dan diprediksi dengan sangat akurat.
Tanggal 3 Maret 2026 akan menjadi momen istimewa dengan hadirnya Gerhana Bulan Total atau Blood Moon. Fenomena ini aman, menarik, dan layak untuk disaksikan bersama keluarga.
Pastikan Anda mencatat tanggalnya dan memantau informasi resmi terkait waktu puncak gerhana di wilayah masing-masing.



Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.