Sejumlah fenomena astronomi diperkirakan akan menghiasi langit malam selama Mei 2026. Mulai dari hujan meteor Eta Aquarids hingga kemunculan Bulan Biru diprediksi dapat disaksikan masyarakat di berbagai wilayah.
Beragam peristiwa langit tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat astronomi maupun masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan langit malam.
Salah satu fenomena yang paling dinantikan adalah hujan meteor Eta Aquarids, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada awal Mei.
Selain itu, fenomena Blue Moon atau Bulan Biru juga diperkirakan muncul pada akhir bulan dan menjadi salah satu fenomena langit yang cukup langka.
Fenomena hujan meteor Eta Aquarids diperkirakan mencapai puncaknya pada 4 hingga 6 Mei 2026. Pada periode tersebut, meteor dapat terlihat melintas di langit malam dengan intensitas cukup tinggi.
Para pengamat astronomi memperkirakan hujan meteor ini mampu menghasilkan hingga 50 meteor per jam di wilayah Belahan Bumi Selatan. Sementara di Belahan Bumi Utara, jumlah meteor yang terlihat diperkirakan lebih sedikit.
Eta Aquarids berasal dari sisa debu yang ditinggalkan oleh Komet Halley, komet legendaris yang terakhir kali melintas dekat Bumi pada tahun 1986 dan diperkirakan kembali muncul pada 2061.
Fenomena ini paling ideal diamati setelah tengah malam hingga menjelang fajar, terutama di lokasi dengan tingkat polusi cahaya rendah.
Selain hujan meteor, fenomena bulan baru juga diperkirakan terjadi pada 16 Mei 2026.
Pada fase ini, posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga sisi Bulan yang terkena cahaya tidak terlihat dari permukaan Bumi saat malam hari.
Kondisi langit yang lebih gelap membuat fase bulan baru menjadi waktu ideal untuk melakukan pengamatan objek langit redup seperti galaksi dan gugus bintang.
Fenomena menarik lainnya yang diprediksi terjadi pada Mei 2026 adalah konjungsi Bulan dan Venus pada 18 Mei.
Pada momen tersebut, Bulan sabit akan tampak berdekatan dengan planet Venus di langit barat setelah Matahari terbenam.
Venus sendiri dikenal sebagai salah satu objek paling terang di langit malam dan sering dijuluki sebagai “Bintang Senja”.
Meski terlihat berdekatan dari Bumi, Bulan dan Venus sebenarnya terpisah oleh jarak jutaan kilometer di luar angkasa.
Fenomena astronomi lainnya yang diperkirakan muncul pada akhir Mei 2026 adalah Blue Moon atau Bulan Biru.
Blue Moon diprediksi terjadi pada 31 Mei 2026 dan menjadi salah satu fenomena langit yang cukup langka.
Blue Moon merupakan istilah untuk menyebut bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender yang sama.
Fenomena ini tidak terjadi setiap tahun, sehingga kerap dianggap sebagai momen langka dalam dunia astronomi. Istilah Blue Moon juga dikenal melalui ungkapan populer “once in a blue moon” yang menggambarkan sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Meski disebut Bulan Biru, fenomena ini tidak membuat Bulan benar-benar berubah warna menjadi biru. Bulan tetap akan tampak seperti purnama biasa.
Berbagai fenomena astronomi selama Mei 2026 diperkirakan dapat diamati tanpa alat khusus, terutama di lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya.
Masyarakat yang ingin menikmati fenomena langit disarankan memilih area terbuka dan menjauhi pencahayaan kota agar pengamatan menjadi lebih optimal.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.