Pesawat jatuh di Florida, Amerika Serikat, dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang setelah sebuah jet pribadi jenis Learjet 60 menghantam jalanan di kawasan Palm Beach County, Minggu (1/11/2026) waktu setempat.
Dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip CNN dan BBC, pesawat tersebut dilaporkan menukik tajam sebelum menghantam daratan dan meledak hingga menimbulkan bola api besar.
Gubernur Florida, Ron DeSantis, dalam laporan tersebut menyebut sembilan orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia. Sementara itu, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka di darat.
Kecelakaan terjadi di kawasan permukiman Palm Beach County, Florida, ketika pesawat pribadi Learjet 60 dilaporkan kehilangan kendali sebelum menghantam jalan raya.
Sebuah rekaman kamera dasbor atau dashcam yang beredar di media sosial diduga memperlihatkan detik-detik kecelakaan tersebut.
Dalam rekaman itu, sejumlah kendaraan terlihat sedang melaju di jalan raya sebelum sebuah pesawat tiba-tiba menukik hampir secara vertikal menuju tanah.
Pesawat kemudian menghantam permukaan jalan dan meledak hingga menghasilkan bola api besar.
Meski demikian, keaslian video tersebut belum diverifikasi secara independen.
Ron DeSantis menggambarkan rekaman kecelakaan itu sebagai peristiwa yang mengejutkan karena memperlihatkan pesawat jatuh dengan puing-puing yang berhamburan.
Otoritas Amerika Serikat dalam artikel sumber disebut mengonfirmasi bahwa sembilan orang yang berada di dalam jet pribadi tersebut meninggal dunia.
Namun, identitas para korban belum diumumkan secara pasti.
DeSantis juga menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan mengenai korban meninggal maupun luka-luka di darat akibat kecelakaan tersebut.
Insiden ini disebut menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan di Amerika Serikat sepanjang 2026.
Sebelumnya, kecelakaan pesawat di Missouri pada Juni 2026 dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang.
Penyebab pasti kecelakaan pesawat Learjet 60 di Florida hingga kini belum diketahui berdasarkan laporan sumber.
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) bersama Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) disebut akan melakukan penyelidikan menyeluruh.
Menurut informasi FAA yang dikutip artikel, pesawat tersebut berangkat dari Austin, Texas, dengan tujuan Bahama.
Sejumlah laporan media Amerika Serikat dan analis penerbangan menduga pesawat mengalami penurunan tajam dengan kecepatan tinggi sebelum menghantam daratan.
Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Pesawat dilaporkan jatuh di sekitar kawasan Cresthaven, Palm Beach County, Florida.
Lokasi kecelakaan berjarak sekitar 14 kilometer dari Mar-a-Lago, kawasan resor sekaligus kediaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Foto-foto yang disebut berasal dari lokasi kejadian memperlihatkan lubang besar menyerupai kawah di ruas jalan permukiman.
Puing-puing pesawat tampak berserakan, sementara sejumlah titik api masih terlihat di sekitar lokasi kecelakaan.
Dalam laporan tersebut, Trump disebut berada di Mar-a-Lago pada Minggu pagi sebelum meninggalkan bandara setempat menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One.
Keberangkatan Trump dilaporkan terjadi sekitar satu jam sebelum kecelakaan Learjet 60.
Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Masih Berlangsung
Kecelakaan Learjet 60 di Florida menjadi perhatian karena besarnya kerusakan yang dilaporkan terjadi serta jumlah korban jiwa.
Penyelidikan FAA dan NTSB diharapkan dapat mengungkap faktor yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali dan jatuh di kawasan permukiman.
Hingga ada hasil investigasi resmi, penyebab kecelakaan dan sejumlah detail kronologinya masih belum dapat dipastikan.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.