Perkembangan industri mobil listrik dunia tidak lepas dari kontribusi para ilmuwan yang mengembangkan teknologi kendaraan ramah lingkungan sejak puluhan tahun lalu. Salah satunya adalah C. Chan, insinyur listrik yang dikenal sebagai Bapak Kendaraan Listrik Asia.
Menariknya, tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan teknologi kendaraan listrik tersebut ternyata lahir di Magelang, Indonesia, pada 14 Januari 1937.
Perjalanan hidupnya dari lingkungan usaha transportasi keluarga hingga menjadi ilmuwan internasional menunjukkan bagaimana rasa ingin tahu sejak kecil dapat berkembang menjadi kontribusi besar bagi dunia teknologi.
Chan lahir dari keluarga pengusaha keturunan Tionghoa. Ayahnya, Chen Shengchang, merantau dari Fujian, China, ke Jawa untuk membangun usaha bus dan taksi.
Lingkungan keluarga tersebut membuat Chan mengenal kendaraan bermotor sejak usia dini.
Sepulang sekolah, ia sering mengunjungi garasi tempat kendaraan milik ayahnya diperbaiki.
Di sana, Chan memperhatikan bahwa kendaraan yang terlihat bagus ketika melaju di jalan ternyata menghasilkan minyak dan asap, sementara para pekerja bengkel harus menghadapi kondisi garasi yang kotor.
Pengalaman tersebut memunculkan pertanyaan dalam benaknya mengenai kemungkinan menciptakan kendaraan yang tidak menghasilkan polusi.
Dalam wawancara dengan Asian Scientist Magazine, Chan mengenang bahwa dirinya mulai mempertanyakan apakah mobil dapat dibuat tanpa menghasilkan minyak dan asap.
Rasa ingin tahu tersebut menjadi awal ketertarikannya terhadap pengembangan teknologi kendaraan listrik.
Perjalanan pendidikan C. Chan berlanjut ketika ia pindah ke China pada 1953.
Saat berusia 16 tahun, Chan memulai pendidikan di Beijing Mining Institute, yang kini dikenal sebagai China University of Mining and Technology.
Selama menempuh pendidikan, ia mengetahui bahwa kendaraan bertenaga baterai telah digunakan dalam kegiatan pertambangan untuk mengangkut batu bara.
Pengetahuan tersebut memperluas pandangannya bahwa kendaraan dapat digerakkan menggunakan tenaga listrik, bukan hanya mesin pembakaran internal.
Namun, teknologi kendaraan listrik ketika itu masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kapasitas baterai, keterbatasan jarak tempuh, hingga harga kendaraan yang relatif tinggi.
Berbagai persoalan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan penelitian Chan.
Pada 1981, C. Chan bergabung dengan University of Hong Kong untuk mengembangkan penelitian di bidang teknik dan kendaraan listrik.
Lima tahun kemudian, tepatnya pada 1986, ia mendirikan International Research Centre for Electric Vehicles (IRCEV).
Pusat penelitian tersebut didirikan dengan dukungan Departemen Energi Amerika Serikat dan University of Hawaii.
Melalui kegiatan penelitian dan kerja sama internasional, Chan berkontribusi terhadap pengembangan teknologi kendaraan listrik di berbagai negara, termasuk China, India, Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.
Kontribusinya menjadikan Chan dikenal sebagai “The Father of Asian Electric Vehicles” atau Bapak Kendaraan Listrik Asia.
Dedikasi C. Chan dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik mendapat pengakuan dari berbagai lembaga internasional.
Pada 2013, ia menerima WFEO Medal of Engineering Excellence atas kontribusinya dalam bidang teknik.
Setahun kemudian, Chan memperoleh Prince Philip Medal 2014 dari Royal Academy of Engineering.
Kedua penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan internasional terhadap perannya dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik.
Bagi C. Chan, kendaraan listrik memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar alat transportasi.
Ia memandang kendaraan listrik sebagai bagian penting dari sistem energi modern yang saling terhubung.
Karena itu, pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya berfokus pada teknologi mobil dan baterai.
Diperlukan pula dukungan infrastruktur pengisian daya, kebijakan pemerintah, serta model bisnis yang mampu mendukung pertumbuhan industri.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan listrik membutuhkan kerja sama antara dunia penelitian, industri, dan pemerintah.
Berawal dari rasa ingin tahu ketika melihat kendaraan di garasi keluarganya di Magelang, C. Chan akhirnya menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan teknologi kendaraan listrik dunia.
Kisahnya menjadi contoh bagaimana pengalaman sederhana pada masa kecil dapat mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak bagi perkembangan teknologi transportasi modern.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.