Skip to main content

Anugerah Viktorindo Abadi

Banjir Bandang Padang 2026: 498 Warga Terdampak, 120 Rumah Terendam dan 238 Jiwa Dievakuasi

Banjir bandang Padang 2026 menyebabkan 498 warga terdampak dan sekitar 120 rumah terendam di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatra Barat.

Banjir bandang Padang 2026 melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatra Barat, menyebabkan ratusan warga terdampak dan puluhan hingga ratusan rumah mengalami kerusakan maupun terendam air.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, sebanyak 498 jiwa terdampak banjir bandang, sementara sekitar 120 unit rumah terendam banjir.

Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara BPBD Kota Padang hingga Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 22.45 WIB, yang disampaikan melalui akun Instagram @pusdalopskotspadang pada Minggu (11/10/2026).

Banjir dilaporkan melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, dengan sejumlah kelurahan dan kawasan permukiman mengalami dampak berbeda.

Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan bangunan dan terputusnya akses jalan di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji.

Tim SAR gabungan telah melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.

Hingga laporan tersebut disampaikan, sebanyak 238 warga berhasil dievakuasi dari sejumlah lokasi terdampak.

BPBD Kota Padang juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, termasuk banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

BPBD Padang Catat 498 Warga Terdampak Banjir Bandang

Berdasarkan data sementara BPBD Kota Padang, banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat menyebabkan 498 warga terdampak.

Selain itu, sekitar 120 unit rumah dilaporkan terendam air akibat bencana tersebut.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Kota Padang pada Minggu, 11 Oktober 2026.

“Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 498 jiwa terdampak di sejumlah wilayah. Selain itu, sekitar 120 unit rumah terendam banjir,” demikian informasi yang dikutip dari akun Instagram @pusdalopskotspadang.

Pendataan dilakukan hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB.

Banjir tersebut terjadi di sejumlah kawasan permukiman yang tersebar di tiga kecamatan Kota Padang.

Selain berdampak pada aktivitas masyarakat, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan rumah dan gangguan akses jalan di beberapa lokasi.

Wilayah Terdampak Banjir Bandang di Kota Padang

Banjir bandang Padang 2026 dilaporkan terjadi di tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Berdasarkan laporan BPBD, sejumlah wilayah yang terdampak meliputi:

  1. Kelurahan Kuranji.
  2. Lubuk Minturun.
  3. Koto Panjang Ikua Koto.
  4. Batipuh Panjang.
  5. Tabing Banda Gadang.
  6. Gurun Laweh.

Wilayah-wilayah tersebut dilaporkan mengalami dampak banjir dengan kondisi yang berbeda.

Sebagian kawasan mengalami genangan yang merendam rumah warga, sedangkan wilayah lainnya mengalami kerusakan bangunan hingga terputusnya akses jalan.

Kecamatan Kuranji menjadi salah satu wilayah yang dilaporkan mengalami kerusakan rumah akibat banjir.

Sementara itu, proses evakuasi warga juga dilakukan di sejumlah kawasan permukiman, termasuk Lubuk Minturun dan Koto Panjang Ikua Koto.

Banjir Kuranji Padang Sebabkan Lima Rumah Rusak

Selain merendam sekitar 120 rumah di sejumlah wilayah Kota Padang, banjir juga mengakibatkan kerusakan bangunan di Kecamatan Kuranji.

Berdasarkan laporan BPBD Kota Padang yang dikutip dari CNN Indonesia, terdapat empat unit rumah mengalami kerusakan sedang dan satu unit rumah mengalami kerusakan berat.

Dengan demikian, sebanyak lima rumah di Kecamatan Kuranji dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.

Kerusakan tersebut menjadi salah satu dampak yang ditimbulkan oleh banjir bandang di Kota Padang.

BPBD masih menggunakan data sementara dalam laporan yang disampaikan pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Akses Jalan di Guo, Kecamatan Kuranji Terputus

Selain menyebabkan kerusakan rumah, banjir di Kecamatan Kuranji juga berdampak terhadap akses transportasi masyarakat.

Akses jalan di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus akibat banjir.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gangguan infrastruktur yang tercatat dalam laporan BPBD Kota Padang.

Terputusnya akses jalan dapat menghambat mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan menghindari kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Sebanyak 238 Warga Berhasil Dievakuasi Akibat Banjir Padang

Tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi terhadap 238 warga terdampak banjir bandang di Kota Padang.

Proses evakuasi dilakukan di sejumlah lokasi yang mengalami dampak banjir.

Berdasarkan laporan BPBD, warga yang berhasil dievakuasi berasal dari lima lokasi berbeda.

Jumlah warga terbanyak yang dievakuasi berasal dari kawasan Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun.

Di lokasi tersebut, sebanyak 178 jiwa berhasil dievakuasi.

Sementara itu, puluhan warga lainnya dievakuasi dari kawasan Kuranji dan Koto Panjang Ikua Koto.

Berikut rincian jumlah warga yang berhasil dievakuasi akibat banjir bandang Padang 2026.

Rincian Evakuasi Warga Banjir Padang

No.

Lokasi Evakuasi

Jumlah Warga

1

Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji

20 jiwa

2

Guo, Kelurahan Kuranji

5 jiwa

3

Perumahan Abi, Koto Panjang Ikua Koto

30 jiwa

4

Kampung Apa, Koto Panjang Ikua Koto

5 jiwa

5

Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun

178 jiwa

 

Total Warga Dievakuasi

238 jiwa

Berdasarkan data tersebut, Perumahan Lumin Park menjadi lokasi dengan jumlah warga yang dievakuasi paling banyak, yakni 178 jiwa.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 238 warga yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Sementara itu, jumlah keseluruhan warga yang terdampak banjir di Kota Padang mencapai 498 jiwa berdasarkan pendataan sementara BPBD.

BPBD Padang Imbau Masyarakat Waspada Bencana Susulan

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah.

Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan potensi bencana susulan yang dapat terjadi, terutama di kawasan rawan banjir dan wilayah dengan kondisi tanah tidak stabil.

Sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Banjir dan banjir bandang.
  • Tanah longsor.
  • Pohon tumbang.
  • Peningkatan debit air sungai.

Hendri meminta masyarakat yang tinggal di sekitar sungai maupun kawasan rawan bencana untuk terus memantau kondisi lingkungan.

“Masyarakat yang berada di sekitar sungai, daerah rawan banjir, serta kawasan dengan kondisi tanah labil diminta untuk selalu memantau kondisi lingkungan dan segera menjauhi lokasi berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air,” ujarnya.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Masyarakat juga diharapkan tidak memaksakan diri berada di kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Data Sementara Dampak Banjir Bandang Padang 2026

Berdasarkan informasi yang disampaikan BPBD Kota Padang, berikut data sementara dampak banjir bandang yang terjadi pada Oktober 2026.

Keterangan

Data Sementara

Lokasi bencana

Kota Padang, Sumatra Barat

Jenis bencana

Banjir bandang

Warga terdampak

498 jiwa

Rumah terendam

Sekitar 120 unit

Warga berhasil dievakuasi

238 jiwa

Rumah rusak sedang

4 unit

Rumah rusak berat

1 unit

Kecamatan terdampak

Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo

Akses jalan terputus

Kawasan Guo, Kecamatan Kuranji

Waktu pendataan

10 Oktober 2026, pukul 22.45 WIB

Tanggal laporan

11 Oktober 2026

Sumber informasi

BPBD Kota Padang

Data tersebut merupakan informasi sementara berdasarkan laporan BPBD Kota Padang.

Jumlah warga terdampak, rumah terendam, dan kerusakan bangunan dapat mengalami perubahan apabila terdapat pembaruan hasil pendataan di lapangan.

Masyarakat Diminta Menghindari Kawasan Rawan Banjir dan Longsor

Banjir bandang yang melanda Kota Padang menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai, kawasan rawan banjir, serta wilayah dengan kondisi tanah labil.

Peningkatan debit air sungai perlu menjadi perhatian karena dapat menimbulkan risiko banjir susulan.

Selain itu, masyarakat yang berada di kawasan lereng atau tanah tidak stabil juga perlu mewaspadai potensi longsor.

BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat untuk segera menjauhi lokasi berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air.

Warga juga disarankan mengikuti informasi dan arahan resmi dari petugas penanggulangan bencana.

Langkah kewaspadaan tersebut penting untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan apabila terjadi bencana susulan.

Penanganan Banjir Bandang Padang Masih Menjadi Perhatian

Berdasarkan laporan BPBD Kota Padang hingga Sabtu malam, banjir bandang telah menyebabkan 498 jiwa terdampak dan sekitar 120 rumah terendam.

Selain itu, terdapat lima rumah yang mengalami kerusakan di Kecamatan Kuranji, terdiri atas empat rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat.

Akses jalan di kawasan Guo juga dilaporkan terputus akibat banjir.

Di tengah kondisi tersebut, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 238 warga dari sejumlah lokasi terdampak.

BPBD Kota Padang terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana diminta untuk memantau kondisi lingkungan serta segera menjauhi lokasi berbahaya apabila terjadi peningkatan debit air sungai.

SUMBER

CNBC Indonesia

Konsultasi & Penyesuaian Sistem

Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.

Artikel Pilihan & Insight Terbaru

Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.