Pemadaman listrik massal yang sempat meresahkan masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) dalam dua hari terakhir akhirnya resmi berakhir pada Minggu (24/5/2026).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar, Arjun Karim, mengonfirmasi bahwa seluruh jaringan yang terdampak gangguan telah dinormalisasi sepenuhnya sejak pukul 05.11 WIB.
“Alhamdulillah sistem kelistrikan di Sumbar pagi tadi sudah bisa menyala 100 persen,” ujar Arjun secara resmi, Minggu.
Menurut Arjun, pemadaman yang berlangsung selama dua hari di sejumlah daerah terjadi karena proses pemulihan teknis di lapangan harus dilakukan secara bertahap sesuai prosedur keselamatan. Gangguan ini dipicu oleh adanya lonjakan besar pada kebutuhan konsumsi listrik masyarakat Sumbar.
Peningkatan beban listrik yang mendadak tersebut sayangnya tidak mampu ditanggung oleh infrastruktur pembangkit lokal yang tersedia di Sumbar. Akibatnya, sistem kelistrikan daerah mengalami defisit pasokan yang cukup masif.
“Yang terjadi itu, kekurangan pasokan daya pembangkit. Sistem Sumbar kurang 240 MW, beban puncak 680 MW cuman ada 440 MW,” rinci Arjun mengenai detail teknis defisit daya tersebut.
Gangguan interkoneksi ini terjadi secara mendadak hingga dampaknya sempat meluas ke hampir seluruh wilayah Sumatra. Skala gangguan kali ini tergolong anomali, karena biasanya gangguan lokal PLN hanya berpusat di Gardu Induk (GI) serta pembangkit terdekat saja.
Melihat kerentanan sistem interkoneksi ini, Arjun menegaskan bahwa wilayah Sumatra Barat sudah sangat mendesak untuk memiliki penambahan unit pembangkit listrik mandiri baru. Langkah ini harus segera direalisasikan agar sejalan dengan target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034.
“Kalau tidak, Sumbar tetap mengandalkan pembangkit di Sumbagsel yang kondisinya juga sedang banyak melakukan pemeliharaan,” pungkas Arjun.
Butuh solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda? Tim AVA siap membantu dengan rekomendasi terbaik.
Temukan berbagai artikel menarik yang dapat menambah wawasan dan inspirasi Anda.
Isi data berikut untuk mengunduh brochure produk.
Data digunakan untuk keperluan follow-up teknis & penawaran.